INFOGRAFIS Badai Dingin Tekan Harga Minyak
KABARBURSA.COM - Harga minyak mencatat penurunan tipis pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, setelah menguat lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya, seiring investor menimbang dampak badai musim dingin terhadap produksi minyak mentah di Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 29 sen atau 0,4 persen ke level USD65,59 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 44 sen atau 0,7 persen menjadi USD60,63 per barel. Analis dan pedagang memperkirakan produsen minyak AS kehilangan hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15 persen dari produksi nasional akibat badai musim dingin, dengan Energy Aspects mencatat gangguan produksi mencapai puncaknya pada Sabtu lalu, terutama di Cekungan Permian yang sempat turun sekitar 1,5 juta barel per hari, sebelum mereda menjadi sekitar 700.000 barel per hari di awal pekan dan diperkirakan pulih sepenuhnya pada 30 Januari. Di Texas, TACenergy melaporkan sekitar dua lusin gangguan di fasilitas pengolahan gas alam dan stasiun kompresor, jumlah yang jauh lebih kecil dibandingkan lebih dari 200 gangguan pada badai musim dingin 2021. Sementara itu, pasar tetap mencermati risiko geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan telah mengirim “armada” ke Iran, direspons pernyataan pejabat senior Iran yang menganggap setiap serangan sebagai perang terbuka, dengan Dennis Kissler dari BOK Financial menilai harga minyak masih bergerak stagnan sambil menunggu kejelasan sikap pemerintahan AS terhadap Iran, di tengah berlanjutnya perundingan Ukraina-Rusia-AS serta sinyal OPEC+ yang diperkirakan mempertahankan penundaan peningkatan produksi pada pertemuan mendatang.