Logo
>

RUPS DMAS Setujui Dividen Jumbo: Yield Tembus 10 Persen

RUPST DMAS menyetujui dividen Rp16,6 per saham dengan payout ratio hampir 100 persen. Simak analisis orderbook, level teknikal, serta peluang saham jelang cum dividen.

Ditulis oleh Yunila Wati
RUPS DMAS Setujui Dividen Jumbo: Yield Tembus 10 Persen
DMAS resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp795,27 miliar atau setara 99,37 persen. (Foto: DMAS)

KABARBURSA.COM - Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp795,27 miliar atau setara 99,37 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp800,31 miliar. 

Rasio pembayaran nyaris menyentuh 100 persen dan nilai tersebut setara dengan dividen Rp16,6 per saham. 

Dari pembagian tersebut, pemegang saham pengendali PT Sumber Arusmulia akan menerima sekitar Rp458,3 miliar, sementara Sojitz Corporation memperoleh sekitar Rp200,02 miliar. Sedangkan investor publik dengan kepemilikan di bawah lima persen akan menikmati pembagian dividen sebesar Rp141,03 miliar. 

Jika mengacu pada harga saham di level Rp157, dividend yield DMAS berada di kisaran lebih dari 10 persen. Angka ini sangat menarik dibandingkan rata-rata imbal hasil deposito maupun sebagian besar emiten di Bursa Efek Indonesia.

Saham Sesi I Naik 1,95 Persen

Hingga perdagangan siang hari, Senin, 15 Juni 2026, saham DMAS bergerak di level Rp157 atau menguat Rp3 setara 1,95 persen. Harga sempat menyentuh level tertinggi Rp160 dan terendah Rp144 sebelum akhirnya stabil di area atas. 

Nilai transaksi mencapai Rp615 miliar dengan volume sekitar 4,01 juta lot.

Meski harga bergerak menguat, struktur orderbook menunjukkan pertarungan menarik. Di sisi bid, antrean terbesar berada di harga Rp150 sebanyak 93.629 lot dan Rp148 sebanyak 87.006 lot. Sementara di sisi offer, tekanan jual sangat tebal di harga Rp160 dengan antrean mencapai 297.468 lot. Disusul level Rp165 sebanyak 103.477 lot serta Rp159 sebanyak 98.243 lot.

Jika ditotal, antrean beli tercatat sekitar 1,09 juta lot, sedangkan antrean jual mencapai 2,64 juta lot. Rasio tersebut memperlihatkan bahwa pasokan saham di sisi atas masih cukup besar sehingga area Rp160 berpotensi menjadi level resistensi jangka pendek yang harus ditembus apabila DMAS ingin melanjutkan penguatannya. 

Di sisi lain, banyaknya antrean beli pada kisaran Rp148 hingga Rp150 mengindikasikan adanya zona akumulasi yang cukup kuat apabila terjadi koreksi.

Ruang Kenaikan Masih Terbuka

Dari sisi teknikal, gambaran yang muncul justru semakin menarik. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 59,93, masih berada di bawah area overbought sehingga ruang kenaikan dinilai masih terbuka. 

Stochastic RSI juga berada di level 62,63 dengan rekomendasi beli, sedangkan indikator MACD sudah memberikan sinyal positif yang mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk.

Hampir seluruh indikator utama memberikan rekomendasi yang mendukung tren kenaikan. Williams %R masih berada di area beli, Highs/Lows juga menunjukkan sinyal beli, sementara CCI berada pada posisi netral. 

Hanya ADX yang masih memberikan sinyal jual, yang menunjukkan bahwa tren naik saat ini memang mulai terbentuk tetapi kekuatannya belum sepenuhnya dominan.

Konfirmasi yang lebih kuat datang dari indikator Moving Average. Seluruh rata-rata pergerakan mulai dari MA5, MA10, MA20, MA50, MA100 hingga MA200 baik versi sederhana maupun eksponensial sama-sama memberikan rekomendasi beli. 

Bahkan ringkasan keseluruhan indikator menunjukkan status "Sangat Beli", sebuah kondisi yang relatif jarang terjadi dan biasanya mencerminkan momentum positif yang cukup solid.

Sementara itu, level pivot harian juga memberikan gambaran yang jelas mengenai area pergerakan harga. Pivot utama berada di level Rp154 yang kini berhasil dipertahankan sebagai support. Selama harga tetap bergerak di atas level tersebut, peluang menguji resistance pertama di Rp157 hingga Rp159 masih terbuka. 

Apabila area tersebut berhasil dilewati dengan volume yang meningkat, target berikutnya berada di kisaran Rp162 sesuai pivot klasik maupun Woodie's.

DMAS layak diperhatikan menjelang periode cum dividen. Namun perlu dicermati besarnya antrean jual di area Rp160, karena berpotensi memicu aksi profit taking dalam jangka pendek.

Selama support Rp154 hingga Rp150 tetap bertahan, momentum positif DMAS masih berpeluang berlanjut seiring meningkatnya minat investor yang memburu dividen tinggi sekaligus peluang capital gain menjelang pembagian dividen pada awal Juli mendatang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79