INFOGRAFIS Bahlil Buka 118 Wilayah Migas
KABARBURSA.COM - Bahlil Lahadalia mengungkapkan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah masih tinggi akibat lifting migas domestik yang belum memenuhi target. Dengan konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari dan lifting minyak yang masih di bawah 600 ribu bph, pemerintah memperkirakan kebutuhan impor menyentuh 1 juta bph. Untuk menekan impor, pemerintah mempercepat program biodiesel berbasis CPO dari B40 menuju B50 yang diproyeksikan mampu menggantikan 200–300 ribu bph impor minyak. Bahlil mengklaim strategi tersebut berhasil memangkas impor menjadi sekitar 600–700 ribu bph dan membuat Indonesia tak lagi mengimpor solar reguler, kecuali solar berkualitas tinggi. Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, ia menilai ekonomi Indonesia tetap solid dengan pertumbuhan 5,61 persen dan inflasi 2,41 persen pada kuartal I 2026, didukung kontribusi sektor energi yang telah menyumbang sekitar 40 persen target PNBP APBN 2026.