KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, di zona merah setelah turun 52,56 poin atau 0,91 persen ke level 5.694,09.
Pelemahan tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya IHSG sempat menguat tajam dan menutup area gap yang terbentuk akibat tekanan pasar pada sesi sebelumnya.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 11,09 miliar saham. Nilai transaksi menembus Rp944,88 miliar dengan frekuensi perdagangan sebanyak 95,99 ribu kali transaksi.
Tekanan terhadap IHSG terlihat merata di sebagian besar sektor. Berdasarkan data perdagangan pagi ini, sektor bahan baku atau basic industry menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 1,98 persen.
Sektor transportasi menyusul dengan koreksi 1,71 persen, diikuti sektor energi yang melemah 1,51 persen dan sektor industri yang turun 1,46 persen.
Sektor kesehatan juga berada di zona merah dengan penurunan 1,29 persen. Sementara itu sektor infrastruktur terkoreksi 1,12 persen, sektor barang konsumsi nonprimer turun 0,95 persen, dan sektor keuangan melemah 0,25 persen.
Di tengah tekanan pasar, beberapa sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor teknologi menjadi yang terbaik dengan kenaikan 0,73 persen. Sektor konsumer siklikal menguat 0,37 persen, sedangkan sektor properti naik 0,28 persen.
Pada kelompok saham yang mengalami kenaikan terbesar atau top gainers, posisi pertama ditempati PT Multitrend Indo Tbk (BABY) yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi produk kebutuhan ibu dan anak. Saham BABY melonjak 31,43 persen ke level Rp184 per saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Fortune Indonesia Tbk (FORU), perusahaan media dan komunikasi, yang naik 24,80 persen ke level Rp3.070 per saham. Kemudian PT Apollo Global Interactive Tbk (BOGA) menguat 20,56 persen ke Rp1.085 per saham.
Saham PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi mencatat kenaikan 20,55 persen ke level Rp88 per saham. Sementara PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan kelapa sawit, naik 19,34 persen ke level Rp8.175 per saham.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), operator rumah sakit Mayapada, menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 8,14 persen ke level Rp10.725 per saham.
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang bergerak di sektor perbankan digital terkoreksi 7,69 persen ke level Rp600 per saham. PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA), emiten manufaktur aluminium, turun 7,56 persen ke Rp550 per saham.
Sementara itu, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), perusahaan pengolahan hasil perikanan, melemah 7,03 persen ke level Rp119 per saham. Adapun PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), penyedia layanan distribusi digital dan pembayaran elektronik, turun 6,93 persen ke level Rp94 per saham.
Pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar juga masih cenderung bervariasi. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang bergerak di sektor petrokimia dan energi tercatat berada di level Rp1.650 atau turun 0,60 persen pada perdagangan pagi.
Secara teknikal, analis MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya telah menutup area gap yang terbentuk akibat tekanan pasar.
Dalam riset hariannya, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
Area penguatan terdekat diperkirakan berada pada rentang 5.763 hingga 5.784, sementara area koreksi berikutnya dicermati pada kisaran 5.184 hingga 5.282. Adapun level support berada di 5.523 dan 5.191, sedangkan resistance berada di 5.846 dan 6.065.(*)