INFOGRAFIS BI Stabilkan Rupiah Hadapi Gejolak Global
KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan eksternal nasional di tengah eskalasi konflik Timur Tengah dengan mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter guna meredam tekanan global. Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan stabilitas nilai tukar rupiah akan terus dijaga, termasuk selama libur Lebaran 2026, mengingat perdagangan di pasar offshore tetap berlangsung dan berpotensi memicu volatilitas. Hingga 17 Maret 2026, rupiah tercatat di kisaran Rp16.997 per dolar AS atau melemah 1,29 persen dibanding akhir Februari, sejalan dengan tren pelemahan mata uang emerging market lainnya. BI juga mencatat arus keluar portofolio sebesar USD1,1 miliar sepanjang Maret, meski secara kumulatif awal tahun masih terjadi net inflow USD1,6 miliar. Di tengah tekanan tersebut, cadangan devisa Indonesia tetap solid di level USD151,9 miliar atau setara lebih dari enam bulan impor, memberikan ruang bagi bank sentral untuk menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global yang meningkat.