INFOGRAFIS Cadangan Devisa Susut, Ini Sebabnya
KABARBURSA.COM - Cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar dari USD146,2 miliar pada April 2026, seiring pembayaran utang luar negeri pemerintah, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia, serta tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing domestik. Meski demikian, Bank Indonesia menegaskan posisi cadangan devisa tetap kuat dan setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional. BI menilai cadangan devisa yang memadai, didukung prospek aliran modal asing dan persepsi positif investor terhadap ekonomi nasional, tetap mampu menjaga ketahanan sektor eksternal dan stabilitas makroekonomi. Di sisi lain, Uang Primer (M0) Adjusted pada Mei 2026 tumbuh 14,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.214,6 triliun, didorong pertumbuhan giro bank umum di BI dan peningkatan uang kartal yang beredar.