INFOGRAFIS Harga Minyak Naik, Emas Melemah
KABARBURSA.COM - Harga emas melemah pada perdagangan Kamis seiring penguatan dolar Amerika Serikat dan meredupnya ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat di tengah lonjakan harga energi yang kembali memicu kekhawatiran inflasi global. Penguatan Indeks Dolar AS (DXY) sekitar 0,2 persen membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan minat beli di pasar internasional. Nicholas Frappell, Global Head of Institutional Markets ABC Refinery, mengatakan sentimen positif terhadap emas saat ini tertahan oleh penguatan dolar dan dinamika suku bunga, meskipun eskalasi konflik geopolitik biasanya menjadi katalis bagi kenaikan harga logam mulia. Sementara itu, data terbaru menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat naik 0,3 persen pada Februari dengan inflasi tahunan mencapai 2,4 persen, menandakan tekanan harga masih bertahan. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) yang menjadi indikator inflasi utama bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter. Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5 persen menjadi USD85,33 per ons, platinum melemah 0,3 persen ke USD2.162,24 per ons, sementara paladium justru naik tipis 0,3 persen ke sekitar USD1.642,05 per ons.