INFOGRAFIS Serangan Kharg Picu Lonjakan Minyak
KABARBURSA.COM - Lonjakan harga minyak dunia terjadi setelah serangan militer Amerika Serikat ke target Iran di Pulau Kharg pada 7 April 2026 serta ancaman lanjutan Presiden Donald Trump, yang memperparah gangguan distribusi energi global, dengan Brent bertahan di level USD110,03 per barel dan WTI mencapai USD114,25 per barel, bahkan harga minyak fisik untuk pengiriman cepat dilaporkan mendekati USD150 per barel akibat perebutan pasokan di tengah hambatan di Selat Hormuz—jalur yang mengalirkan sekitar 20 persen minyak dunia—sementara tekanan juga tercermin pada lonjakan tarif pengiriman tanker hingga lebih dari USD300.000 per hari serta kenaikan premi asuransi perang, menandakan krisis telah meluas dari sentimen geopolitik ke gangguan nyata pada rantai pasok energi global, yang menurut IEA menjadi salah satu gangguan terbesar dalam sejarah, dengan pasar kini semakin memasukkan risiko logistik dan distribusi dalam pembentukan harga minyak.