INFOGRAFIS Utang Luar Negeri RI Tembus USD434,7 Miliar
KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD434,7 miliar atau tumbuh 1,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada Desember 2025 sebesar 1,8 persen. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh kinerja ULN sektor publik. ULN pemerintah tercatat sebesar USD216,3 miliar atau tumbuh 5,6 persen (yoy), didorong oleh penarikan pinjaman luar negeri untuk mendukung program pembangunan serta aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional, yang mencerminkan masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Berdasarkan penggunaannya, ULN pemerintah banyak dialokasikan untuk sektor kesehatan dan kegiatan sosial, administrasi pemerintahan dan pertahanan, pendidikan, konstruksi, serta transportasi dan pergudangan, dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah. Sementara itu, ULN swasta tercatat sebesar USD193,0 miliar pada Januari 2026 atau mengalami kontraksi 0,7 persen (yoy), lebih dalam dibandingkan penurunan pada bulan sebelumnya, yang terutama dipengaruhi oleh penurunan utang perusahaan nonlembaga keuangan. ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan, dengan utang jangka panjang mendominasi sekitar 76,2 persen dari total ULN swasta.