KABARBURSA.COM - Perbankan terus memperkuat penggunaan QRIS melalui berbagai strategi, mulai dari edukasi hingga promosi.
Hal ini sejalan dengan perluasan penggunaan QRIS yang tidak hanya digunakan untuk transaksi di sektor formal, tetapi juga semakin meluas ke berbagai kebutuhan harian.
Pola konsumsi yang cenderung cepat dan berulang membuat metode pembayaran berbasis QR dinilai lebih relevan, terutama untuk transaksi bernilai kecil namun dengan frekuensi tinggi.
Analis Phillip sekuritas Indonesia, Edo Ardiansyah menilai bahwa adopsi QRIS tidak terlepas dari perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih mengedepankan efisiensi dalam bertransaksi.
“QRIS menjadi solusi karena mampu menyederhanakan proses pembayaran lintas platform. Ini penting untuk mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari yang semakin dinamis,” ujarnya.
Melihat tren tersebut, Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) turut memperkuat strategi digitalnya dengan mendorong penggunaan QRIS melalui aplikasi BWS Mobile.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah menghadirkan program yang terintegrasi dengan aktivitas konsumsi sehari-hari, sehingga mendorong penggunaan layanan secara lebih natural oleh nasabah.
Sebagai contoh, dalam rangka menyambut HUT BWS yang ke 120 Perseroan menghadirkan program promo transaksi di jaringan restoran cepat saji seperti McDonald's, di mana nasabah dapat memperoleh cashback hingga Rp35.000 setiap hari Senin melalui pembayaran menggunakan QRIS BWS Mobile. Program ini dirancang untuk mendorong frekuensi transaksi harian sekaligus memperkenalkan kemudahan penggunaan QRIS dalam situasi yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Edo Ardiansyah, menilai bahwa strategi kolaborasi dengan merchant menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan adopsi pembayaran digital.
“Pendekatan berbasis ekosistem seperti ini efektif karena mendorong penggunaan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya sebatas awareness,” katanya.
Ke depan, Edo Ardiansyah menilai penguatan ekosistem QRIS diperkirakan akan menjadi salah satu fokus utama industri perbankan.
“Kemampuan untuk mengintegrasikan layanan dengan kebutuhan riil masyarakat, termasuk melalui kolaborasi yang relevan, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan transaksi digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai informasi, penggunaan QRIS sepanjang 2025 telah meningkat signifikan. Berdasarkan data Bank Indonesia, volume transaksi QRIS tercatat mencapai 15,51 miliar transaksi, atau meningkat 148,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun nilai transaksi mencapai Rp1.420,66 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 115,27 persen YoY. Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 43,06 juta, tumbuh 17,76 persen YoY. Jumlah pengguna QRIS juga meningkat menjadi 59,98 juta pengguna, naik 7,72 persen secara tahunan.
Bank Indonesia menargetkan volume transaksi QRIS mencapai 17 miliar dengan jumlah merchant sekitar 45 juta pada tahun 2026. Selain itu, BI juga berupaya memperluas kerja sama QRIS antarnegara hingga mencakup delapan negara mitra.(*)