KABARBURSA.COM-- Daya tarik sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia terbukti belum pudar. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi mengumumkan pemenang lelang reguler untuk empat Wilayah Kerja (WK) migas baru.
Pengumuman ini sekaligus mengamankan total investasi komitmen pasti sebesar USD43,5 juta (sekitar Rp696 miliar) dan bonus tanda tangan (signature bonus) senilai USD900.000.
Empat blok migas yang diperebutkan tersebut adalah WK Abar Anggursi, WK Arwana III, WK Tuah Tanah, dan WK Akimeugah II.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman menyebut, keberhasilan lelang ini menjadi sinyal positif bahwa berbagai pembenahan kebijakan yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil manis di mata para pemodal.
“Hal ini membuktikan bahwa industri hulu Migas di Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor. Perbaikan regulasi yang telah dilakukan, termasuk perbaikan bagi hasil, insentif, maupun fasilitas perpajakan, telah terbukti mendukung dalam upaya menciptakan iklim investasi yang lebih baik di sektor hulu migas,” papar Laode dalam keterangannya, dikutip Sabtu, 23 Mei 2026.
Para pemenang lelang ini merupakan hasil penilaian ketat terhadap Dokumen Partisipasi pada Lelang Reguler Wilayah Kerja Migas Konvensional Tahap II dan III Tahun 2025.
Berikut adalah rincian lengkap profil pemenang dan nilai investasinya:
1. WK ABAR ANGGURSI
Kita mulai dari Wilayah Kerja Abar Anggursi. Blok ini berhasil dimenangkan oleh perusahaan asal Hong Kong, Cinda Energy Limited. Untuk tiga tahun pertama, Cinda Energy berkomitmen menggelontorkan dana sebesar USD2.350.000.
Dana tersebut dialokasikan untuk tiga paket studi G&G ssebesar USD50 ribu, serta akuisisi dan pemrosesan data seismik dua dimensi sepanjang 300 kilometer senilai USD2 juta. Sementara itu, bonus tanda tangan untuk blok ini disepakati sebesar USD200 ribu.
2. WK ARWANA III
Bergeser ke Wilayah Kerja Arwana III. Pemenang blok ini adalah perusahaan dalam negeri, PT Prime Natuna Eksploitasi dan Produksi.
Total investasi komitmen pasti yang disiapkan mencapai USD7,7 juta. Rinciannya, USD200 ribu untuk satu paket studi G&G, dan porsi terbesar senilai USD7,5 juta disiapkan untuk akuisisi serta pemrosesan data seismik tiga dimensi seluas 300 kilometer persegi. PT Prime Natuna juga menyetor bonus tanda tangan sebesar USD 200 ribu.
3. WK TUAH TANAH
Selanjutnya, Wilayah Kerja Tuah Tanah jatuh ke tangan PT Guna Tesuma Internasional. Perusahaan ini berkomitmen menanamkan investasi sebesar USD2.300.000.
Investasi ini terbagi menjadi USD300 ribu untuk tiga paket studi G&G, serta USD2 juta untuk perekaman seismik dua dimensi sepanjang 200 kilometer. Untuk blok Tuah Tanah, bonus tanda tangan yang masuk ke kas negara adalah yang tertinggi, yakni sebesar USD300 ribu.
4. WK AKIMEUGAH II
Terakhir, investasi terbesar dalam lelang kali ini berada di Wilayah Kerja Akimeugah II yang dimenangkan oleh PT Dongfang Exploration Oil Indonesia. Tidak main-main, nilai komitmen pastinya mencapai USD31.150.000.
Dana raksasa ini akan dialokasikan untuk empat paket studi G&G senilai USD1.150.000, dan modal utama sebesar USD30 juta difokuskan untuk pengeboran dua sumur eksplorasi. Adapun bonus tanda tangan untuk blok ini disepakati sebesar USD200 ribu. (*)