KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel menjadi perhatian pasar setelah sejumlah pemegang saham besar tercatat melakukan pelepasan saham sepanjang awal 2026.
Aksi tersebut terjadi bersamaan dengan rencana pembagian dividen yang diproyeksikan berlangsung pada pertengahan tahun ini.
Pada perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, saham NCKL ditutup di level 1.360 atau menguat 25 poin setara 1,87 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.335. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak dalam rentang 1.310 hingga 1.360 setelah dibuka di level 1.350.
Volume transaksi tercatat sekitar 45,23 juta saham dengan frekuensi transaksi sekitar 6.043 kali. Aktivitas tersebut berada di bawah rata-rata volume harian yang berada di kisaran 126,23 juta saham. Dalam periode satu bulan terakhir, harga saham NCKL tercatat menguat sekitar 3,82 persen.
Di tengah pergerakan harga tersebut, terdapat sejumlah aksi pelepasan saham yang dilakukan oleh pemegang saham besar. PT Harita Jayaraya sebagai pemegang saham pengendali dilaporkan melepas sekitar 991.134.000 lembar saham atau setara dengan sekitar 1,57 persen dari total saham beredar pada awal Maret 2026.
Transaksi tersebut membuat porsi kepemilikan Harita Jayaraya berkurang dari sekitar 81,36 persen menjadi sekitar 79,79 persen. Aksi tersebut dilaporkan berkaitan dengan kebutuhan investasi strategis.
Selain pemegang saham pengendali, pelepasan saham juga dilakukan oleh Glencore PLC. Perusahaan tambang global tersebut tercatat menjual sekitar 204,97 juta hingga 224,47 juta saham NCKL pada Januari 2026.
Dari transaksi tersebut, Glencore diperkirakan memperoleh dana sekitar Rp276,94 miliar. Dalam struktur kepemilikan perusahaan, Glencore bukan merupakan pemegang saham pengendali sehingga transaksi tersebut terjadi sebagai bagian dari aktivitas investasi portofolio.
Aksi pelepasan saham oleh dua pemegang saham besar tersebut terjadi bersamaan dengan dinamika perdagangan saham NCKL yang masih menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir.
Rencana Pembagian Dividen
Selain faktor pergerakan pasar, perhatian investor juga tertuju pada rencana pembagian dividen perusahaan untuk tahun buku 2025 yang diperkirakan akan dibayarkan pada pertengahan 2026.
Berdasarkan estimasi yang beredar di pasar, tanggal ex-dividen diperkirakan berada di sekitar 30 Juni 2026 dengan tanggal pembayaran yang diperkirakan berlangsung pada 17 Juli 2026.
Besaran dividen per saham diproyeksikan berada di kisaran Rp30,36 per saham. Angka tersebut berada sedikit di atas dividen tahun buku 2024 yang dibayarkan pada 2025 sebesar Rp30,33 per saham.
Dalam kebijakan perusahaan, perseroan menetapkan alokasi minimal sekitar 30 persen dari laba bersih sebagai dividen tunai. Pada periode sebelumnya, rasio pembagian dividen tercatat berada di kisaran sekitar 34 persen dari laba bersih.
Stabilitas pembagian dividen tersebut didukung oleh struktur operasional perusahaan yang berbasis pada rantai nilai nikel terintegrasi. Dalam proyeksi operasional yang beredar di pasar, kapasitas produksi nikel perusahaan diperkirakan dapat mencapai sekitar 305 ribu ton pada tahun fiskal 2026.
Produksi tersebut berasal dari operasi nikel terintegrasi yang mencakup aktivitas penambangan hingga pengolahan hilir. Selain itu, kontribusi laba dari entitas asosiasi melalui sejumlah joint venture juga menjadi salah satu sumber arus kas perusahaan.
Kontribusi tersebut terutama berasal dari proyek hilirisasi berbasis nikel yang selama ini menjadi bagian penting dalam struktur pendapatan perusahaan.
Keputusan final mengenai nilai dividen yang akan dibagikan nantinya akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang biasanya diselenggarakan pada pertengahan tahun.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.