KABARBURSA.COM – Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan dalam daftar top gainers pada perdagangan terakhir. Namun di balik penguatan harga tersebut, mayoritas saham justru mengalami tekanan jual dari investor asing.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, saham PSDN memimpin penguatan dengan kenaikan 34,46 persen ke level 199. Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp61,16 miliar dengan volume 3,25 juta saham dan frekuensi transaksi sebanyak 26,18 ribu kali.
Di posisi berikutnya, saham BNBA menguat 24,46 persen ke level 865 dengan nilai transaksi Rp6,90 miliar. Volume perdagangan tercatat sekitar 81,20 ribu saham dengan frekuensi 2,15 ribu kali.
Sementara itu, BRNA naik 24,41 persen ke posisi 790 dengan nilai transaksi Rp1,16 miliar, volume 14,80 ribu saham, dan frekuensi 750 kali. Saham CTTH juga menguat 23,85 persen ke level 161 dengan nilai transaksi Rp61,34 miliar, volume 4,00 juta saham, serta frekuensi 33,31 ribu kali.
Meski harga saham bergerak naik, data menunjukkan tekanan jual asing masih mendominasi.
Pada saham PSDN, tercatat net sell asing mencapai Rp648,53 juta. Hal serupa terjadi pada BNBA dengan net sell sekitar Rp543,15 juta, serta BRNA sebesar Rp168,45 juta.
Tekanan jual juga terlihat pada CTTH yang mencatatkan net sell asing sekitar Rp641,76 juta. Bahkan pada SMMT, nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp795,01 juta meski harga sahamnya tetap menguat 12,50 persen dengan nilai transaksi Rp3,62 miliar.
Di sisi lain, tidak semua saham mengalami tekanan dari investor asing. LOPI mencatatkan net buy sekitar Rp138 ribu dengan nilai transaksi Rp2,90 miliar, volume 210,55 ribu saham, dan frekuensi 1,34 ribu kali.
Sementara itu, PKPK membukukan net buy sekitar Rp2,46 miliar dengan nilai transaksi Rp30,55 miliar.
Selain itu, KDTN menguat 11,90 persen ke level 1.175 dengan nilai transaksi Rp14,62 miliar, volume 123,06 ribu saham, dan frekuensi 4,15 ribu kali.
Saham KING juga naik 9,69 persen ke level 430 dengan nilai transaksi Rp4,81 miliar dan volume 114,17 ribu saham.
Top Gainers Dilepas Asing saat IHSG Anjlok Lebih Tiga Persen
Di tengah penguatan sejumlah saham dalam daftar top gainers, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru ditutup melemah signifikan.
Pada akhir perdagangan, IHSG berada di level 7.129,49 atau turun 249,12 poin setara 3,38 persen.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam tren menurun sejak pembukaan. IHSG sempat dibuka di kisaran 7.378 dan terus mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah di sekitar 7.115 sebelum ditutup di area 7.120-an.
Dari sisi aktivitas pasar, total volume transaksi tercatat mencapai 43,91 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp20,45 triliun. Frekuensi transaksi mencapai lebih dari 2,68 juta kali, mencerminkan tingginya aktivitas jual beli di tengah tekanan pasar.
Data juga menunjukkan adanya tekanan dari investor asing, dengan nilai jual asing mencapai sekitar Rp8,3 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian asing yang berada di kisaran Rp5,3 triliun.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa penguatan saham-saham tertentu terjadi di tengah tekanan pasar yang lebih luas. Aksi jual asing yang masih dominan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan indeks secara keseluruhan.(*)