KABARBURSA.COM– Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat pergerakan positif sejak awal tahun 2026. Dari level Rp50 per saham, harga DADA sempat menguat hingga kisaran Rp67.
Kenaikan ini menjadi sinyal awal meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap arah bisnis dan langkah korporasi perseroan di tengah membaiknya sentimen sektor properti nasional.
Penguatan saham tersebut sejalan dengan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor residensial. Perpanjangan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen sepanjang 2026 dinilai memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk membeli hunian tanpa beban pajak langsung, sekaligus memperkuat optimisme pertumbuhan properti, khususnya segmen rumah tapak.
Di tengah momentum tersebut, PT Karya Permata Inovasi Indonesia Tbk (KPII) selaku pemegang saham pengendali DADA mengambil langkah strategis dengan menyelesaikan akuisisi 99,9 persen saham PT Pejaten Kreasi Sukses Indonesia (PKSI) dengan nilai transaksi sekitar Rp174,8 miliar. Aksi korporasi ini menjadi fondasi penting bagi ekspansi DADA ke segmen landed housing yang dinilai masih memiliki permintaan kuat, terutama dari end user.
Melalui transaksi tersebut, KPII resmi menjadi pengendali PKSI dan membuka peluang pengembangan proyek-proyek perumahan tapak di sejumlah kawasan potensial. Wilayah penyangga Jakarta seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan menjadi fokus utama pengembangan, seiring tingginya kebutuhan hunian dan keterbatasan lahan di pusat kota.
Langkah akuisisi ini menegaskan bahwa penguatan saham DADA tidak hanya bertumpu pada isu atau sentimen jangka pendek. Aksi tersebut mencerminkan langkah korporasi nyata yang berorientasi pada penguatan struktur bisnis dan perluasan portofolio usaha secara berkelanjutan.
Selama ini, DADA dikenal sebagai pengembang yang memiliki pengalaman di segmen properti high rise dan strata title. Dengan masuk ke segmen hunian tapak melalui PKSI, portofolio bisnis perseroan menjadi lebih terdiversifikasi dan seimbang. Segmen landed housing juga dinilai berpotensi memberikan perputaran arus kas yang lebih cepat dan berulang dibandingkan proyek high rise.
Direktur dan CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, menyampaikan bahwa akuisisi ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendali untuk mengelola permodalan dan ekspansi bisnis secara terukur.
“Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat pengembangan rumah tapak di wilayah buffer city Jakarta yang secara permintaan masih sangat potensial dan didominasi oleh kebutuhan end user,” ujar Bayu Setiawan, Minggu, 11 Januari 2026.
Ke depan, pengembangan proyek bersama PKSI akan diarahkan pada hunian tapak dengan konsep bernilai tambah. Setiap proyek dirancang tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai kawasan hunian yang terencana, dengan desain rumah yang fungsional, harga yang terjangkau, serta fasilitas pendukung yang menunjang kenyamanan dan kualitas hidup penghuni.
Segmen rumah tapak di kawasan penyangga Jakarta masih dipandang sebagai motor utama pertumbuhan residensial nasional. Tingginya permintaan dari end user, didukung kebijakan fiskal pemerintah, menjadi faktor utama yang menjaga prospek segmen ini tetap atraktif bagi pengembang.
Pergerakan saham DADA dari Rp50 ke Rp67 mencerminkan sinyal awal bahwa pasar mulai merespons langkah ekspansi berbasis fundamental. Dengan aksi korporasi yang jelas, struktur bisnis yang diperkuat, serta strategi pengembangan yang terukur, DADA Tbk dinilai tengah memasuki fase baru sebagai pengembang properti dengan portofolio yang lebih lengkap dan berkelanjutan.(*)