Logo
>

Dari Insinyur Sipil hingga Puncak Sinar Mas: Kisah Teky Mailoa, Preskom DMAS

DMAS menunjuk Teky Mailoa sebagai Presiden Komisaris menggantikan Muktar Widjaja. Simak profil, perjalanan karier, kiprahnya di Sinar Mas Land, dan respons saham DMAS.

Ditulis oleh Yunila Wati
Dari Insinyur Sipil hingga Puncak Sinar Mas: Kisah Teky Mailoa, Preskom DMAS
Teky Mailoa, Presiden Komisaris baru Puradelta Lestari Tbk. (Foto: KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) yang digelar pada 15 Juni 2026 di Kota Deltamas, pemegang saham menerima pengunduran diri Muktar Widjaja dari posisi Presiden Komisaris dan menunjuk Teky Mailoa sebagai penggantinya.

Pergantian ini menarik perhatian, karena Teky bukanlah nama baru di Deltamas. Teky merupakan salah satu tokoh yang ikut membangun kawasan tersebut sejak masih berupa hamparan lahan industri hingga berkembang menjadi kota mandiri terintegrasi seluas lebih dari 3.200 hektare di Cikarang.

Jika banyak eksekutif mencapai posisi puncak melalui jalur keuangan atau pemasaran, perjalanan Teky Mailoa dimulai dari dunia teknik sipil. 

Lahir di Ujung Pandang atau kini Makassar pada 20 Desember 1963, ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Trisakti pada 1987 sebelum melanjutkan studi Magister Struktur dan Manajemen Konstruksi di University of Wisconsin, Amerika Serikat, pada 1990.

Bekal akademik tersebut membentuk gaya kepemimpinannya yang dikenal sangat berorientasi pada eksekusi proyek dan efisiensi. Di lingkungan Sinar Mas Land, ia bahkan dikenal dengan filosofi "Sky is not the limit", sebuah prinsip yang menekankan bahwa pengembangan kawasan dan potensi sumber daya manusia selalu dapat melampaui batas yang dianggap mungkin.

Dari Sinarmas Land ke BSDE 

Kariernya dimulai sebagai Project Manager di PT Sinar Mas Griya pada akhir 1980-an. Setelah sempat bekerja di Amerika Serikat sebagai Head of Project Planning & Scheduling di Hundley John R, Inc., ia kembali ke Indonesia dan terus meniti karier di jaringan bisnis properti Sinar Mas.

Perjalanan panjang itu membawanya menduduki berbagai posisi strategis. Ia dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Duta Pertiwi Tbk, memimpin berbagai pengembangan properti komersial dan kawasan terpadu, sekaligus menjabat sebagai Chief Executive Officer Sinarmas Land yang mengendalikan berbagai proyek properti terbesar di Indonesia.

Tidak hanya itu, Teky juga mengemban amanah sebagai CEO Asset Management Sinarmas Land yang bertanggung jawab mengelola portofolio gedung perkantoran, pusat perdagangan ITC, hingga berbagai aset komersial lainnya. 

Di PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), ia juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris setelah sebelumnya pernah menjadi Wakil Direktur Utama.

Dengan rekam jejak tersebut, penunjukannya sebagai Presiden Komisaris DMAS dipandang sebagai langkah yang logis. Apalagi Deltamas merupakan proyek strategis hasil kolaborasi Sinar Mas Land dengan Sojitz Corporation Jepang yang mengembangkan kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC), salah satu pusat manufaktur modern yang menjadi rumah bagi berbagai perusahaan multinasional.

Pergantian ini juga menunjukkan adanya regenerasi di dalam struktur pengawasan perusahaan. Muktar Widjaja, putra mendiang Eka Tjipta Widjaja dan ayah dari Margaretha Natalia Widjaja sebagai beneficial owner DMAS, menyerahkan tongkat estafet kepada seorang profesional yang telah puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan bisnis grup.

Hasil RUPST DMAS

Selain perubahan jajaran komisaris, RUPST juga menyetujui penyesuaian Pasal 3 Anggaran Dasar terkait kegiatan usaha agar sesuai dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Langkah ini menjadi bagian dari penyesuaian regulasi sekaligus memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengembangkan lini bisnis ke depan.

Pergerakan Saham DMAS

Menariknya, pasar menyambut pergantian tersebut dengan respons yang cukup positif. Pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, saham DMAS ditutup menguat 1,30 persen atau naik dua poin ke level Rp156 per saham setelah sempat menyentuh level tertinggi Rp162.

Nilai transaksi mencapai sekitar Rp94,2 miliar dengan volume lebih dari 6 juta lot dan frekuensi transaksi mencapai 20.254 kali, menunjukkan aktivitas perdagangan yang cukup ramai. Dari sisi order book, antrean beli di level Rp156 mencapai lebih dari 1,26 juta lot, sementara antrean jual di level Rp157 sekitar 2,66 juta lot. 

Data broker summary juga menunjukkan akumulasi asing lebih dominan dengan foreign buy sekitar Rp35 miliar, jauh lebih tinggi dibanding foreign sell sebesar Rp20,4 miliar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79