KABARBURSA.COM – PT Avia Avian Tbk (AVIA) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,36 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Nilai tersebut setara Rp23 per saham dan mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 78,18 persen dari laba bersih 2025.
Manajemen AVIA menyampaikan bahwa pembagian dividen tersebut merupakan bentuk komitmen kepada pemegang saham. “Pembagian dividen ini mencerminkan komitmen berkelanjutan kepada para pemegang saham,” demikian disampaikan dalam siaran pers perusahaan, Jumat, 10 April 2026.
Keputusan ini telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp654 miliar yang telah dibagikan pada November 2025. Dengan demikian, total dividen final menjadi bagian dari keseluruhan distribusi laba tahun buku 2025.
Kinerja keuangan menjadi dasar utama keputusan tersebut. Sepanjang 2025, AVIA mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun, meningkat Rp80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
Margin laba bersih tercatat sebesar 21,5 persen di tengah kondisi pasar yang disebut tetap menantang. Kinerja ini mencerminkan pengendalian biaya dan efisiensi operasional yang dijalankan perusahaan.
Dari sisi profitabilitas, return on asset (ROA) tercatat sebesar 15,7 persen. Sementara return on equity (ROE) berada di level 18,3 persen pada periode yang sama.
Perusahaan memiliki kebijakan pembagian dividen minimal sebesar 50 persen dari laba bersih. Namun dalam beberapa tahun terakhir, AVIA secara konsisten membagikan dividen dengan rasio di atas 80 persen.
Selain pembagian dividen, perusahaan juga menegaskan disiplin dalam alokasi modal. Prioritas penggunaan dana diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis melalui belanja modal yang terukur.
AVIA juga menjaga fleksibilitas keuangan untuk berbagai kebutuhan strategis. Perusahaan membuka ruang untuk aksi korporasi seperti pembelian kembali saham maupun peluang akuisisi.
Sebagai produsen cat dekoratif, AVIA mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Perusahaan disebut menguasai sekitar 26 persen pangsa pasar industri cat dekoratif nasional.
Penguatan fundamental dilakukan melalui inovasi produk dan ekspansi jaringan distribusi. Selain itu, perusahaan terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
AVIA juga memiliki kapasitas manufaktur yang terintegrasi melalui fasilitas produksi di Sidoarjo dan Serang. Integrasi ini memungkinkan perusahaan memproduksi sebagian bahan baku secara internal.
Penjualan perusahaan didominasi oleh segmen solusi arsitektur dengan kontribusi sekitar 80 persen. Sementara segmen barang dagangan memberikan kontribusi sekitar 20 persen terhadap total penjualan.
Untuk mendukung inovasi, perusahaan memiliki Avian Innovation Center seluas 5.000 meter persegi. Fasilitas ini digunakan untuk riset, pengembangan, dan inovasi produk.
Dari sisi tata kelola, perusahaan telah menerapkan berbagai standar internasional. AVIA mengantongi sertifikasi ISO untuk manajemen mutu, lingkungan, keselamatan kerja, energi, serta keamanan informasi.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.