KABARBURSA.COM - PT Merck Tbk (MERK) membagikan dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp123,2 miliar atau Rp275 per saham. Dividen ini diberikan usai perseroan mencatat lonjakan laba sebesar 59 persen menjadi Rp244 miliar pada 2025.
Keputusan pembagian dividen tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan.
Pada periode yang sama, Merck membukukan penjualan sebesar Rp1,2 triliun, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,04 triliun. Kenaikan penjualan turut mendorong pertumbuhan laba usaha sebesar 66 persen dari Rp193 miliar menjadi Rp320 miliar.
Presiden Direktur PT Merck Tbk, Evie Yulin, mengatakan kinerja Perseroan sepanjang 2025 dan kuartal I 2026 mencerminkan upaya perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan di tengah dinamika industri kesehatan.
“Kinerja Perseroan pada tahun 2025 dan kuartal I 2026 menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan bisnis Healthcare, disiplin operasional, serta fokus untuk menghadirkan manfaat bagi lebih banyak masyarakat di Indonesia,” ujar Evie Yulin, dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Senin, 25 Mei 2026.
Ia mengatakan Perseroan akan tetap fokus membangun bisnis yang adaptif dan resilien untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang.
“Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, kami akan tetap berfokus untuk membangun bisnis yang adaptif, resilien, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekosistem kesehatan di Indonesia,” kata dia.
Selain mencatat pertumbuhan laba, Merck juga membukukan kenaikan total aset sebesar 33 persen menjadi Rp1,27 triliun pada 2025. Sementara itu, ekuitas Perseroan meningkat 21 persen menjadi Rp976 miliar seiring peningkatan saldo laba.
Perseroan juga mencatat penguatan arus kas operasi sepanjang 2025 yang didukung oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan serta pengelolaan operasional yang disiplin.
Pada kuartal I 2026, Merck melanjutkan tren pertumbuhan dengan kinerja yang naik sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan penjualan seluruh divisi usaha, khususnya produk Healthcare baik kepada mitra utama maupun dari kegiatan ekspor.
Disebutkan, produk diabetes menjadi kontributor utama penjualan Healthcare dengan kontribusi sebesar 24 persen dan mencatat pertumbuhan 51,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk produk fertility tumbuh 18,2 persen, thyroid meningkat 44,9 persen, serta endocrinology naik 2,4 persen.
Peningkatan volume penjualan dan perubahan produk mix turut mendorong kenaikan laba bruto sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat kenaikan laba usaha kuartal I 2026 sekitar 380 persen secara tahunan seiring efisiensi biaya operasional.
Di sisi likuiditas, posisi kas dan setara kas Perseroan meningkat menjadi sekitar Rp443 miliar pada akhir Maret 2026. Peningkatan tersebut didukung oleh kenaikan arus kas operasi dan penurunan utang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja Saham MERK
Berdasarkan data perdagangan saham, saham MERK berada di level Rp4.040 per saham pada perdagangan Senin sore dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp1,81 triliun. Perseroan memiliki dividend yield sebesar 4,21 persen dan payout ratio sekitar 29,21 persen.
Data valuasi menunjukkan price to earnings ratio (PER) tahunan MERK berada di level 6,94 kali, sementara price to book value (PBV) tercatat sekitar 1,74 kali.
Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat return on equity (ROE) sebesar 28,43 persen dan return on assets (ROA) sebesar 22,35 persen. Sementara margin laba bersih kuartalan berada di level 23,02 persen.
Merck juga mencatat pertumbuhan net income kuartalan sebesar 394,01 persen secara tahunan dan pertumbuhan pendapatan kuartalan sebesar 31,58 persen.
Pada perdagangan intraday, saham MERK sempat bergerak di rentang Rp3.950 hingga Rp4.180 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp380,2 juta.(*)