KABARBURSA.COM - Bursa Eropa mencatat pelemahan harian terbesar dalam dua bulan terakhir atau pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.
Penurunan tersebut terjadi karena investor terguncang oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait ancaman tarif tambahan bagi delapan negara Eropa sampai AS diizinkan untuk membeli Greenland.
Mengutip Reuters, STOXX 600 (STOXX) mengalami penurunan sebesar 1,2 persen. Sementara indeks acuan di negara-negara dengan ekonomi yang bergantung pada ekspor seperti Jerman (GDAXI) dan Prancis (FCHI) juga menyusut masing-masing sebesar 1,3 persen.
Disebutkan, ancaman Trum tersebut memicu reaksi keras di Eropa, yang mengingatkan pada gejolak ketika ia memberlakukan tarif pada ekonomi global April tahun lalu. Pernyataannya juga menimbulkan pertanyaan tentang prospek kesepakatan perdagangan yang telah dicapai sejak saat itu dengan Eropa.
Para pemimpin global dan eksekutif perusahaan hadir di Forum Ekonomi Dunia di Davos. Komentar-komentar tersebut akan dicermati untuk mencari petunjuk tarif dan sinyal geopolitik.
"Kami ragu bahwa (tarif tersebut) akan diterapkan seperti yang diiklankan," kata Andrew Kenningham, kepala ekonom Eropa di Capital Economics.
Ia yakin Uni Eropa akan berhati-hati dengan tindakan balasan apa pun. Menurutnya, hal ini untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com menuturkan tindakan Trump selama akhir pekan telah memperburuk risiko geopolitik sekaligus menghadirkan kembali ketidakpastian perdagangan.
"Setelah awal tahun yang volatilitasnya rendah, pasar saham mungkin akan mengalami tekanan penurunan," tuturnya.
Menurut laporan Institut Ekonomi Jerman (IW) yang dilihat oleh Reuters, ketidakpastian perdagangan hampir mengurangi separuh investasi perusahaan-perusahaan Jerman di AS pada tahun pertama masa jabatan kedua Trump.
Harga Emas dan Perak Cetak Rekor
Harga emas dan perak kembali mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026. Caapain ini didorong oleh sentimen dari isu Amerika Serikat (AS) ingin menguasai Greenland.
Merujuk Reuters, harga emas spot melonjak 1,7 persen menjadi USD4.672,49 per ons setelah mencapai puncak rekor USD4.689,39. Sedangkan kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari sebesar USD4.677, 70 atau naik 1,8 persen.
Diketahui, Presiden AS, Donald Trump mengancam beberapa negara Eropa dengan peningkatan tarif terkait jika AS gagal menguasai Greenland.
Linh Tran, analis pasar senior di XS.com mengatakan ketika risiko institusional dan kebijakan muncul kembali, pasar cenderung bereaksi cepat dengan mengalokasikan kembali dana ke aset safe-haven.
"Dengan emas sekali lagi muncul sebagai pilihan utama," ujar dia dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, harga perak spot turut mengalami kenaikan 5 persen menjadi USD94,41 per ons setelah mencapai rekor tertinggi USD94,61. Harga perak telah naik lebih dari 32 persen sejak awal tahun.
Adapun harga spot platinum menjadi USD2.362,65 per ons atau naik 1,5 persen sementara palladium naik 1,1 persen menjadi USD1.819,99. (*)