Logo
>

Direktur PT Bayan Resources Lepas Saham BYAN di Harga Rp14.194

Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 19 Februari 2026, Oliver melakukan transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28.900 saham biasa dengan harga Rp14.194.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Direktur PT Bayan Resources Lepas Saham BYAN di Harga Rp14.194
Tambang batu bara milik BYAN. Foto: Dok Bayan Resources.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Oliver Khaw Kar Heng terpantau melakukan panjualan saham BYAN membuat kepemilikan sahamnya berubah.

    Merujuk data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 19 Februari 2026, Oliver melakukan transaksi penjualan tidak langsung sebanyak 28.900 saham biasa dengan harga Rp14.194.

    Sebelum transaksi, Oliver tercatat memiliki 559,800 saham BYAN. Setelah penjualan, kepemilikannya berkurang menjadi 530.900 saham. Meski terjadi perubahan kepemilikan, porsi hak suara yang dimiliki tetap tercatat 0,00 persen.

    Dalam laporan tersebut juga disampaikan bahwa Oliver bukan merupakan pemegang saham pengendali perseroan. Dengan demikian, transaksi ini tidak berdampak pada struktur pengendalian di tubuh BYAN.

    Adapun, kinerja saham BYAN tercatat mengalami tekanan dalam berbagai rentang waktu, khususnya dalam jangka menengah hingga panjang.

    Pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 19 Februari 2026, saham BYAN terpantau stagnan di level Rp14.225. Dalam satu pekan, saham emiten pertambangan batu bara ini masih mencatatkan penguatan 0,35 persen.

    Tekanan mulai terlihat dalam periode yang lebih panjang. Dalam satu bulan, saham BYAN terkoreksi 17,06 persen. Pelemahan berlanjut pada periode tiga bulan sebesar 19,18 persen, serta enam bulan sebesar 22,27 persen. Secara year to date, saham ini juga masih melemah 9,39 persen.

    Adapun dalam rentang wajru satu tahun, kinerja saham BYAN tercatat turun cukup dalam sebesar 28,96 persen. Bahkan dalam periode tiga tahun, BYAN masih tercatat turun 23,42 persen.

    Meski demikian, jika ditarik lebih panjang, saham BYAN menunjukkan kinerja jangka panjang yang sangat kuat. Dalam 5 tahun, saham BYAN telah melonjak 916,07 persen, sementara dalam 10 tahun tercatat menguat hingga 1.701 persen. (*)
     

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Hutama Prayoga

    Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

    Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.