Logo
>

Harga Saham Terus Anjlok, BBTN Mulai Atur Strategi

BTN membidik NPL KPR di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 melalui transformasi Loan Factory. Di tengah kabar positif tersebut, saham BBTN justru ditutup melemah hampir 5 persen.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Saham Terus Anjlok, BBTN Mulai Atur Strategi
BTN ingin menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi di bawah 2,5 persen. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus anjlok. Bank yang berfokus pada kredit perumahan ini mencoba mengubah fokus. Jika sebelumnya pertumbuhan kredit menjadi sorotan utama, kini manajemen lebih menekankan pada kualitas kredit sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Targetnya, hingga akhir 2026 BTN ingin menurunkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) pada segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi di bawah 2,5 persen.

Target tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang mustahil. Pada akhir Maret 2026, rasio NPL KPR BTN sudah membaik menjadi 2,8 persen, turun dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara rasio NPL bank secara keseluruhan berada di level 3,1 persen.

Perbaikan kualitas aset ini bukan terjadi secara kebetulan. Dalam beberapa tahun terakhir BTN menjalankan transformasi besar-besaran pada proses kreditnya. Salah satu program utama adalah implementasi Loan Factory, sebuah pusat pemrosesan kredit terintegrasi yang memanfaatkan digitalisasi, data analytics, decision engine, dan otomatisasi alur kerja.

Lewat sistem ini, proses kredit yang sebelumnya memakan waktu sekitar 10 hingga 14 hari kini bisa diselesaikan hanya dalam 4 sampai 7 hari. Tingkat pemrosesan otomatis juga terus meningkat menuju 70 persen, sementara tingkat perbaikan dokumen atau rework berhasil ditekan hingga di bawah 15 persen.

Yang lebih penting, Loan Factory tidak hanya membuat proses menjadi lebih cepat, tetapi juga meningkatkan kualitas kredit baru yang masuk ke dalam portofolio bank. 

Bahana Sekuritas: Profil Risiko BBTN Lebih Sehat

Temuan ini mendapat perhatian positif dari Bahana Sekuritas dalam hasil kunjungan lapangan mereka pada April 2026. Menurut analis Bahana, kredit yang dibukukan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan profil risiko yang jauh lebih sehat dibandingkan portofolio lama BTN.

Di sisi lain, BTN juga memperkuat pengelolaan kredit bermasalah melalui pendekatan Cluster Collection, yaitu sistem penanganan kredit berdasarkan karakteristik risiko dan perilaku pembayaran nasabah. 

Dengan pendekatan yang lebih tersegmentasi, proses penagihan, restrukturisasi, hingga pemulihan kredit dapat dilakukan lebih efektif.

Dengan kombinasi perbaikan kualitas kredit baru dan pengelolaan portofolio lama yang lebih disiplin, BTN optimistis target NPL KPR di bawah 2,5 persen pada akhir 2026 dapat tercapai.

Namun menariknya, sentimen positif dari sisi fundamental tersebut belum mampu mendorong pergerakan saham pada perdagangan hari ini.

Sesi I: Harga Turun 4,82 Persen

Berdasarkan data perdagangan 8 Juni 2026, saham BBTN pada sesi berjalan berada di level Rp1.085, turun 55 poin atau 4,82 persen. Saham ini dibuka di Rp1.130 dan sempat menyentuh level tertinggi yang sama sebelum akhirnya bergerak turun hingga menyentuh level terendah Rp1.080.

Nilai transaksi tercatat sekitar Rp11,29 miliar dengan volume perdagangan mencapai 102,78 juta saham dan frekuensi transaksi sekitar 2.720 kali. Harga rata-rata transaksi berada di kisaran Rp1.099 per saham.

Dari pola perdagangan tersebut terlihat bahwa tekanan jual muncul sejak awal sesi. Saham dibuka pada level tertinggi harian, tetapi gagal mempertahankan momentum sehingga terus pergerak melemah hingga mendekati level terendah perdagangan saat penutupan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79