KABARBURSA.COM - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat lonjakan harga patokan ekspor (HPE) untuk konsentrat tembaga dan emas, seiring permintaan global yang masih kokoh.
HPE konsentrat tembaga ditetapkan sebesar 6.133,11 dolar AS per wet metric ton (WMT) untuk periode kedua Januari 2026. Angka ini naik 4,51 persen dibandingkan periode pertama Januari 2026 yang tercatat 5.868,51 dolar AS per WMT.
Sementara itu, HPE emas meningkat menjadi 141.972,92 dolar AS per kilogram, naik dari 138.324,41 dolar AS per kilogram. Harga referensi (HR) emas juga ikut terdongkrak, menjadi 4.415,85 dolar AS per troy ounce (t oz) dibandingkan 4.302,37 dolar AS per t oz sebelumnya.
Penguatan HPE konsentrat tembaga tak lepas dari kenaikan harga seluruh mineral penyusunnya: tembaga, emas, dan perak. Hal ini mencerminkan permintaan global yang tetap kuat, ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana.
Menurut Tommy, lonjakan permintaan kedua komoditas itu didorong oleh kebutuhan industri energi listrik, kendaraan listrik, serta pembangunan infrastruktur strategis di berbagai negara. Faktor permintaan sektor riil ini diperkuat oleh dinamika keuangan global. Selama periode pengumpulan data, pelemahan dolar AS memicu alokasi investasi meningkat ke aset komoditas, khususnya emas dan perak.
Dampaknya, harga mineral penyusun konsentrat tembaga ikut naik. Dalam periode tersebut, harga tembaga melonjak 6,5 persen, emas meningkat 2,64 persen, dan perak melesat 15,95 persen, jelas Tommy.
Tommy menambahkan, penetapan HPE dan HR dilakukan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang mengacu pada data London Metal Exchange (LME) untuk tembaga, serta London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan perak.
Proses ini melibatkan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Tujuannya, memastikan kebijakan HR dan HPE tetap objektif serta selaras dengan dinamika pasar global.(*)