Logo
>

IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun ke Level 6.949,82

Volume perdagangan pembukaan sesi I tercatat  mencapai 13,09 miliar lot saham dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp412,64 miliar.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka di Zona Merah, Turun ke Level 6.949,82
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM- Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau bergerak variatif cenderung melemah pada pembukaan perdagangan Selasa pagi 5 Mei 2026.

Berdasarkan data pembukaan indeks berada di level 6.949,82 atau mengalami penurunan sebesar 22,13 poin yang setara dengan 0,32 persen.

Melihat kondisi pasar secara lebih luas, volume perdagangan pembukaan sesi I tercatat  mencapai 13,09 miliar lot saham dengan total nilai transaksi menyentuh angka Rp412,64 miliar. Frekuensi perdagangan juga tergolong cukup ramai dengan total transaksi mencapai 91,38 ribu kali.

Sebagian besar sektor di nampak tertekan di awal perdagangan pagi ini. Sektor industri atau industrial menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan penurunan mencapai 1,73 persen, disusul oleh sektor cyclical yang turun 1,04 persen serta sektor kesehatan atau health yang melemah 0,71 persen.

Di sisi lain, sektor transportasi juga mengalami tekanan sebesar 0,52 persen, sementara sektor properti turun 0,33 persen dan sektor energi melemah 0,30 persen. Sektor teknologi tercatat terkoreksi tipis 0,26 persen dan sektor infrastruktur turun 0,27 persen.

Hanya sektor keuangan atau finance yang mampu bertahan di zona hijau dengan penguatan tipis sebesar 0,13 persen.

Beberapa emiten terpantau masuk dalam jajaran top gainer atau peraih kenaikan tertinggi. Di posisi puncak ada PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) yang melonjak 20,34 persen ke level 710.

Kemudian diikuti PT Pinago Utama Tbk (PNGO) yang naik 17,31 persen menjadi 4.540, dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) yang menguat 15,90 persen ke posisi 226. Selain itu, PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) juga naik 12,36 persen ke level 100, serta PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) yang naik 9,30 persen ke angka 94 per lembar saham.

Namun di balik kenaikan tersebut, sejumlah saham justru terpuruk di zona merah atau masuk kategori top loser. PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) memimpin pelemahan sebesar 7,55 persen ke level 98.

Disusul oleh emiten perbankan digital PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) yang merosot 7,03 persen ke angka 595. Saham kesehatan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) juga turun 6,54 persen ke level 2.430.

Sementara PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) melemah 6,47 persen ke posisi 15.550, dan raksasa rumah produksi PT MD Entertainment Tbk dengan kode FILM terkoreksi 6,44 persen ke level 2.760.

MNC Sekuritas menyampaikan, posisi pergerakan IHSG saat ini sedang berada di bagian wave [v] dari wave A dari wave (2). "Hal tersebut berarti, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838," tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.

Adapun MNC Sekuritas menuliskan support  IHSG untuk hari ini berada di sekitaran level 6.838-6,745. Sementara area resistance ada di kisaran 7.022-7.240.

Sementara itu BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini bergerak secara terbatas dengan range support di 6.920 - 7.000 dan resistance pada 7.100 - 7,160.

"Katalis utama yang menjadi perhatian adalah nilai mata uang rupiah per hari ini menembus level 17.400 sembari menunggu rilis GDP Growth Q1 Indonesia yang diproyeksi bakal melandai," tulis BRI Danareksa. (*)

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".