Logo
>

IHSG Tertekan Sentimen MSCI, Investor Perlu Waspada di Awal Perdagangan

Kondisi pasar yang sedang kurang kondusif ini juga tercermin dari aktivitas perdagangan.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Tertekan Sentimen MSCI, Investor Perlu Waspada di Awal Perdagangan
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan hari ini dengan tekanan yang cukup terasa. Berdasarkan data pasar terkini, IHSG pada Jumat, 19 Juni 2026 dibuka melemah 0,20 persen ke level 6.159,91. Pergerakan indeks yang berada di zona merah ini tidak terlepas dari sentimen negatif yang datang dari laporan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dirilis subuh tadi.

Laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis MSCI menyoroti masalah struktural di pasar modal Indonesia, terutama terkait transparansi struktur kepemilikan saham. MSCI memberikan catatan khusus pada kriteria Information Flow untuk Indonesia karena adanya kekhawatiran terhadap praktik perdagangan terkoordinasi. Hal ini dinilai membatasi kemampuan investor institusi internasional dalam menilai free float yang sebenarnya serta menghambat penggunaan harga pasar sebagai acuan portofolio.

Kondisi pasar yang sedang kurang kondusif ini juga tercermin dari aktivitas perdagangan. Beberapa sektor mengalami tekanan, antara lain sektor infrastruktur yang melemah 0,27 persen dan sektor teknologi yang terkoreksi 0,11 persen. Selain itu, sektor industri dasar atau basic-ind juga mencatatkan penurunan sebesar 0,34 persen.

Meski demikian, tidak semua sektor memerah. Di tengah tekanan jual, terdapat sektor yang mampu bertahan dan mencatatkan penguatan. Sektor industri tercatat naik 0,45 persen, sektor barang konsumsi non-primer atau non-cyclical menguat 0,28 persen, sektor energi tumbuh 0,17 persen, serta sektor kesehatan dan transportasi masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0,16 persen. Sektor properti juga berhasil menguat tipis 0,14 persen.

Di jajaran saham penggerak, beberapa emiten mengalami fluktuasi signifikan. Dari sisi top gainer, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin dengan kenaikan 21,43 persen ke harga 85. Diikuti oleh PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) yang naik 11,84 persen ke 850, PT Citatah Tbk (CTTH) naik 11,54 persen ke 145, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) naik 10,09 persen ke 480, dan PT Cahaya Aero Services Tbk (CASS) yang menguat 8,05 persen ke 1.880.

Sebaliknya, jajaran top loser diisi oleh saham-saham yang mengalami tekanan jual cukup dalam. Saham PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) turun 7,61 persen ke harga 85. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) terkoreksi 7,26 persen ke 115, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) turun 6,48 persen ke 505, PT Lavender Bina Cendikia Tbk (BMBL) melemah 5,56 persen ke 34, dan PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) turun 5,13 persen ke 185.

Data foreign-domestic activity menunjukkan adanya aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell sebesar 111,56 miliar Rupiah. Nilai beli asing tercatat sebesar 8,43 triliun Rupiah, sementara nilai jual asing mencapai 8,55 triliun Rupiah.

Terkait arah pergerakan pasar ke depan, Analis MNC Sekuritas dalam catatannya menyebutkan bahwa IHSG kemarin telah terkoreksi 0,78 persen ke level 6.172 dan masih didominasi tekanan jual, meskipun pergerakannya masih mampu bertahan di atas Moving Average 20 (MA20). MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini merupakan bagian dari gelombang empat dalam gelombang tiga. Untuk memperkuat posisinya, IHSG diperkirakan akan menguji area 6.476 hingga 6.577, sembari tetap mencermati potensi koreksi lanjutan ke area 6.051 hingga 6.113. Dukungan atau support IHSG berada di level 5.784 dan 5.594, sementara perlawanan atau resistance berada di level 6.286 dan 6.459. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".