Logo
>

IHSG Dibuka Menguat ke 8.349, Asing Catat Net Buy Rp1,44 Triliun

Pada sesi awal perdagangan, indeks sempat dibuka di level 8.357,44, menyentuh level tertinggi 8.364,44 dan terendah di 8.346,63

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Dibuka Menguat ke 8.349, Asing Catat Net Buy Rp1,44 Triliun
Hall Bursa Efek Indonesia. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 8.349,31 atau naik 39,09 poin setara 0,47 persen.

    Pada sesi awal perdagangan, indeks sempat dibuka di level 8.357,44, menyentuh level tertinggi 8.364,44 dan terendah di 8.346,63. Pergerakan ini menunjukkan minat beli masih mendominasi pasar di awal sesi, meski indeks bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas.

    Data perdagangan mencatat total volume transaksi mencapai 9,32 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp548,17 miliar dari 77.660 kali transaksi. Aktivitas pasar didorong oleh arus dana asing yang kembali masuk. Tercatat foreign buy sebesar Rp8,08 triliun dan foreign sell Rp6,64 triliun, sehingga terjadi net foreign buy sebesar Rp1,44 triliun di seluruh pasar. Di pasar reguler saja, net foreign buy tercatat Rp467,27 miliar.

    Secara sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau. Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,10 persen, disusul sektor bahan baku yang naik 1,08 persen dan sektor transportasi yang menguat 0,66 persen. Sektor teknologi juga naik 0,42 persen, sementara sektor keuangan bertambah 0,26 persen. Satu-satunya sektor yang terkoreksi adalah sektor industrial yang turun 0,19 persen.

    Di jajaran top gainers, saham PT Satria Mega Kencana Tbk dengan kode SOTS yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi melonjak 19,15 persen ke harga 2.240. PT Indospring Tbk dengan kode INDS dari sektor komponen otomotif naik 16,67 persen ke level 3.220. PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk berkode RMKO yang bergerak di sektor jasa pertambangan menguat 17,28 persen ke 950. PT Golden Eagle Energy Tbk dengan kode SMMT dari sektor energi naik 12,12 persen ke 1.295, sementara PT Lima Dua Lima Tiga Tbk berkode LUCY di sektor hiburan dan gaya hidup menguat 9,57 persen ke 2.290.

    Sebaliknya, saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk dengan kode ROCK yang bergerak di sektor properti menjadi top loser setelah turun 14,85 persen ke level 3.210. PT Hillcon Tbk berkode HILL dari sektor jasa pertambangan melemah 14,71 persen ke 58. PT Graha Prima Mentari Tbk dengan kode GRPM di sektor perdagangan turun 9,60 persen ke 358. PT Satu Visi Putra Tbk berkode VISI dari sektor media dan periklanan terkoreksi 7,69 persen ke 780, sedangkan PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk dengan kode BPII dari sektor jasa keuangan turun 5,31 persen ke 535.

    Komposisi investor menunjukkan partisipasi domestik masih mendominasi dengan porsi 70,93 persen, sementara investor asing berkontribusi 29,07 persen. Meski demikian, aksi beli bersih asing menjadi katalis penting yang menopang penguatan indeks di awal perdagangan hari ini.

    Dari sisi teknikal, analis dari MNC Sekuritas dalam laporan Daily Scope Wave 19 Februari 2026 menyebutkan IHSG sebelumnya menguat 1,19 persen ke level 8.310 disertai peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, selama IHSG mampu bertahan di atas level 8.172, indeks berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave c dari wave x dengan target rentang 8.377 hingga 8.440. Namun demikian, pelaku pasar tetap diminta mewaspadai potensi koreksi lanjutan menuju area 8.098 hingga 8.155. Level support berada di 7.863 dan 7.712, sedangkan resistance di 8.354 dan 8.517. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".