Logo
>

IHSG Hari Ini Dibayangi Koreksi, MNC Sekuritas Ungkap 2 Skenario Pergerakan

IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi meski menguat. MNC Sekuritas memaparkan dua skenario arah pergerakan indeks hari ini.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
IHSG Hari Ini Dibayangi Koreksi, MNC Sekuritas Ungkap 2 Skenario Pergerakan
IHSG hari ini diperkirakan masih dibayangi koreksi. MNC Sekuritas mengungkap dua skenario pergerakan indeks dan saham yang menarik dicermati. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih dibayangi potensi koreksi meski berhasil ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai investor perlu mencermati dua skenario yang masih terbuka dalam pergerakan indeks.

Pada perdagangan Selasa, IHSG ditutup naik 0,92 persen ke level 5.695 dengan dukungan peningkatan volume pembelian. Dalam riset hariannya, Herditya menjelaskan secara teknikal posisi IHSG masih berada pada fase yang cukup krusial.

“IHSG menguat 0,92 persen ke 5.695 disertai dengan munculnya volume pembelian. Best case, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv] pada skenario hitam, sehingga diperkirakan IHSG masih rawan koreksi menguji 5.472-5.540. Namun, cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis Herditya dalam risetnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Berdasarkan analisis tersebut, level support IHSG berada di area 5.486 dan 5.317. Sementara itu, area resistance diperkirakan berada pada level 6.007 hingga 6.286.

Selain mencermati arah pergerakan indeks, MNC Sekuritas juga menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk diperhatikan berdasarkan analisis teknikal.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham yang masuk dalam radar. Saham ANTM ditutup menguat 0,77 persen ke level 2.610 dengan didukung kenaikan volume transaksi.

“Kami memperkirakan, posisi pergerakan ANTM sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (Y),” tulis Herditya.

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga masuk dalam daftar pemantauan setelah menguat 1,79 persen ke level 114. “Posisi BIPI saat ini diperkirakan sedang membentuk bagian dari wave 5 dari wave (C),” jelasnya.

Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat penguatan paling besar di antara saham yang disoroti, yakni naik 7,39 persen ke level 1.380. “Kami memperkirakan, posisi BRPT saat ini sedang membentuk bagian dari wave [c] dari wave 5 dari wave (A),” ujar Herditya.

Adapun PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bergerak stagnan di level 1.365. Meski demikian, volume pembelian dinilai masih menunjukkan sinyal positif. “Kami perkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A),” katanya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).