Logo
>

Emas Bangkit Lagi, Sinyal The Fed bikin Investor Berbalik Arah

Harga emas menguat setelah data tenaga kerja AS melemah dan sinyal inflasi mereda dari The Fed memicu optimisme investor.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Emas Bangkit Lagi, Sinyal The Fed bikin Investor Berbalik Arah
Harga emas naik didorong data tenaga kerja AS yang lebih lemah dan sinyal inflasi mereda dari The Fed. Investor kini menanti laporan payroll. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Setelah sempat terpuruk hingga menyentuh level terendah sejak November pada perdagangan sebelumnya, harga emas akhirnya kembali menunjukkan taringnya. Logam mulia itu melonjak lebih dari 2 persen pada Kamis, 2 Juli 2026 WIB, usai data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis lebih lemah dari perkiraan pasar, ditambah pernyataan pejabat Federal Reserve yang memicu optimisme bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Dilansir dari Reuters, harga emas spot tercatat naik 1,6 persen menjadi USD4.071,04 per ons atau sekitar Rp69,21 juta per ons. Sebelumnya, emas sempat mencatatkan penurunan kuartalan pada perdagangan Selasa lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,1 persen ke level USD4.082,4 per ons atau sekitar Rp69,40 juta per ons.

Pedagang logam independen Tai Wong mengatakan kombinasi data ketenagakerjaan dan komentar dari Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menjadi pemicu utama kebangkitan harga emas.

“Harga emas mengalami kenaikan yang cukup baik pagi ini. Data ADP yang lebih rendah dari perkiraan membantu menciptakan momentum, sementara komentar Ketua The Fed Kevin Warsh bahwa inflasi mulai menurun telah menekan imbal hasil obligasi dan membangunkan pasar emas yang sebelumnya bergerak lesu,” ujar Wong.

Menurutnya, reli tersebut berpotensi menjadi pijakan baru bagi harga emas dalam jangka pendek. “Harga emas mungkin telah membentuk dasar jangka pendek, kecuali jika laporan nonfarm payroll besok menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan,” katanya.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan nonfarm payroll yang akan dirilis Kamis. Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan sektor swasta hanya menambah 98.000 lapangan kerja sepanjang bulan lalu. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kenaikan 122.000 pekerjaan pada Mei dan juga berada di bawah proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebanyak 118.000 pekerjaan.

Di sisi lain, Kevin Warsh menyampaikan ekspektasi inflasi maupun risiko inflasi telah menurun dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa Federal Reserve tetap berkomitmen membawa inflasi kembali ke target 2 persen.

Secara umum, emas memang dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga biasanya mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti aset berbunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 65 persen berdasarkan CME FedWatch Tool.

Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran juga menggelar pembicaraan teknis di Doha pada Rabu. Seorang pejabat Iran mengatakan kedua negara berupaya mencapai kesepakatan mengenai kelancaran pelayaran melalui Selat Hormuz sekaligus mengamankan gencatan senjata yang bersifat permanen.

Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga bergerak di zona hijau. Harga perak spot naik 2,5 persen menjadi USD60,01 per ons atau sekitar Rp1,02 juta per ons. Palladium menguat 1,2 persen ke level USD1.218,75 per ons atau sekitar Rp20,72 juta per ons.

Platinum turut mencatatkan kenaikan 2,2 persen menjadi USD1.584,75 per ons atau sekitar Rp26,94 juta per ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah sejak November pada sesi perdagangan yang sama.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).