KABARBURSA.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham selama sepekan periode 15-19 Juni 2026 ditutu bervariasi.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan peningkatan tertinggi pekan ini terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang baik sebesar 2,82 persen.
"Sehingga ditutup pada level 6,177.139 dari posisi 6.007,656 pada pekan lalu," ujar dia dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.
Kapitalisasi pasar BEI selama pekan ini juga menanjak menjadi Rp10.788 triliun atau naik sebesar 2,51 persen dari Rp10.524 triliun dibanding pekan sebelumnya.
Namun, Kautsar menyebut rata-rata nilai transaksi harian pekan ini menyusut menjadi Rp24,81 triliun atau menurun 1,02 persen dari pekan lalu yang mencapai Rp25,06 triliun.
"Rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini mengalami perubahan sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," kata Kautsar.
Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan sebesar 10,33 persen dari 2,51 juta kali transaksi minggu lalu menjadi 2,25 juta kali transaksi.
"Investor asing hari ini (Jumat, 19 Juni 2026) mencatatkan nilai jual bersih Rp3,19 triliun dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun," pungkas Kautsar.
Adapun pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat, 19 Juni 2026, IHSG) berhasil membalikkan arah pada akhir pekan ini dengan bertengger di zona hijau.
Berdasarkan data yang dihimpun Kabarbursa.com, IHSG ditutup menguat tipis 4,80 poin atau menguat 0,08 persen ke level 6.177,14.
Sepanjang hari ini, total transaksi pasar secara keseluruhan membukukan nilai transaksi (total value) yang kokoh sebesar Rp24,62 triliun. Aktivitas perdagangan ini diikuti dengan volume saham yang berpindah tangan sebanyak 28,30 miliar unit lembar saham.
Tingginya nilai transaksi pada akhir pekan ini mengindikasikan adanya pergerakan modal yang dinamis dari para pelaku pasar ekuitas domestik.
Pendorong utama kokohnya indeks di zona hijau disokong oleh performa impresif dari jajaran saham yang masuk dalam kategori top gainers.
Mengacu pada data perdagangan, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin jajaran penguatan dengan lonjakan tajam sebesar 34,29 persen ke harga Rp94 per lembar saham.
Penguatan yang tidak kalah signifikan juga ditunjukkan oleh saham sektor finansial, PT Bank JTrust Tbk (BCIC), yang melesat 25,00 persen menuju posisi Rp145 per lembar.
Performa positif ini diikuti oleh saham retail fesyen PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang turut meningkat 25,00 persen ke level Rp545, serta emiten tambang PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) yang terapresiasi 20,79 persen menjadi Rp2.150 per lembar saham.
Menutup kelompok lima besar saham tercuan harian, emiten infrastruktur telekomunikasi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) ikut mencatatkan rapor hijau. Saham MORA melesat sebesar 20,00 persen menuju harga Rp7,800 per lembar.
Akumulasi kenaikan dari saham-saham ini berhasil memberikan bantalan yang kuat bagi laju indeks dari potensi koreksi yang lebih dalam akibat aksi ambil untung investor. (*)