Logo
>

IHSG Tutup di Level 7.072, Gerak Agresif MBMA Tahan Koreksi

IHSG melemah ke 7.072 saat sektor konsumen turun, namun kenaikan MBMA dan saham bank menahan laju pelemahan.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Tutup di Level 7.072, Gerak Agresif MBMA Tahan Koreksi
Sektor konsumsi primer mencatatkan penurunan terdalam sehingga menekan gerak IHSG pada sesi akhir perdagangan hari ini. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 28 April 2026. Indeks terkoreksi 34 poin atau 0,48 persen ke level 7.072. Kenaikan harga MBMA menahan pelemahan indeks lebih dalam.

IHSG melemah di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi, dengan volume mencapai 314,4 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp16,98 triliun.

Pergerakan indeks berlangsung di tengah tekanan mayoritas sektor, meski laju penurunannya tertahan oleh penguatan sejumlah saham besar. Sektor keuangan menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,92 persen. Beberapa saham perbankan seperti BBNI naik 1,88 persen, BBTN 1,09 persen, BMRI 0,68 persen, BBRI 0,66 persen, dan BBCA 0,42 persen.

Di sisi lain, sektor konsumen non primer mencatat penurunan terdalam sebesar 1,61 persen. Pelemahan ini terjadi pada saham-saham seperti MYOR yang turun 2,17 persen, UNVR 2,30 persen, ICBP 1,81 persen, INDF 1,09 persen, serta ULTJ 0,62 persen.

MBMA Menguat 3,68 Persen

Di tengah tekanan tersebut, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat penguatan. Saham ini ditutup di level 705 atau naik 3,68 persen dari posisi sebelumnya 680, dengan volume transaksi mencapai 1,33 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp91,4 miliar.

Struktur orderbook MBMA menunjukkan antrean beli yang tetap aktif di berbagai level harga. Pada sisi bid, total antrean mencapai 908.478 lot, lebih besar dibandingkan antrean offer yang berada di kisaran 566.527 lot, mencerminkan aktivitas permintaan yang tetap berjalan di tengah tekanan pasar.

Penguatan MBMA bersama sejumlah saham lainnya seperti BBNI, BUMI, PGEO, dan PGAS menjadi penahan laju pelemahan IHSG. Meski demikian, tekanan dari saham-saham lain seperti JPFA, AMRT, AMMN, DSSA, ADRO, EXCL, dan MAPI tetap membawa indeks bergerak di zona merah hingga penutupan.

Nikkei Anjlok, Kospi Menguat

Di kawasan Asia, pergerakan pasar saham juga menunjukkan pola yang beragam dengan kecenderungan melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,02 persen ke level 59.917, sementara Hang Seng Hong Kong melemah 0,95 persen dan Shenzhen Component turun 1,10 persen.

Beberapa indeks lain bergerak campuran, dengan Topix Jepang naik 0,99 persen dan Kospi Korea Selatan menguat 0,39 persen. Sementara itu, indeks Shanghai terkoreksi tipis 0,19 persen dan CSI 300 turun 0,27 persen.

Pergerakan pasar Asia terjadi di tengah perhatian terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. Ketidakpastian atas proposal perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran membuat jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz masih terganggu.

Kondisi tersebut turut mempengaruhi harga energi global. Harga minyak mentah Brent tercatat naik 2,1 persen ke level USD110,55 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,9 persen ke USD98,17 per barel.

Di sisi mata uang, sebagian besar mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Rupiah turun 0,19 persen ke Rp17.243 per dolar AS, diikuti yuan yang melemah 0,13 persen dan rupee yang turun 0,34 persen.

Dengan kombinasi tekanan sektor domestik, pergerakan saham individual seperti MBMA, serta sentimen global dari geopolitik dan harga energi, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini mencerminkan dinamika pasar yang berlangsung secara bersamaan di berbagai level.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79