Logo
>

Saham IPCC Masih Minus Secara YTD, tapi Dividend Yield Tembus 9,29 Persen

Meski harga saham tertekan sejak awal tahun, IPCC tetap menawarkan dividen tinggi dengan payout ratio mencapai 80 persen.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Saham IPCC Masih Minus Secara YTD, tapi Dividend Yield Tembus 9,29 Persen
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC). Foto: dok IPCC

KABARBURSA.COM – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) tetap membagikan dividen dengan tingkat imbal hasil yang menarik meski kinerja sahamnya di Bursa Efek Indonesia masih berada di zona negatif sejak awal tahun.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, saham IPCC tercatat mengalami koreksi 12,27 persen secara year to date (YTD). Di sisi lain, emiten pengelola terminal kendaraan tersebut menawarkan dividend yield sekitar 9,29 persen, salah satu yang tertinggi di sektor infrastruktur transportasi.

Dividen tersebut berasal dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025. Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), IPCC membagikan dividen tunai dengan total payout ratio mencapai 80 persen dari laba bersih.

Besarnya porsi laba yang dibagikan membuat dividend yield IPCC tetap menarik di tengah pelemahan harga saham sepanjang tahun berjalan.

Selain itu, dari sisi valuasi, saham IPCC saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) trailing sekitar 8,56 kali dan price to book value (PBV) sebesar 1,56 kali. Earnings yield Perseroan tercatat mencapai 11,68 persen.

Fundamental perusahaan juga masih menunjukkan kestabilan. Pada kuartal I 2026, IPCC membukukan laba bersih sebesar Rp53 miliar, naik dibandingkan Rp51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba bersih selama 12 bulan terakhir (trailing twelve months/TTM) tercatat sebesar Rp258 miliar.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat net profit margin sebesar 26,12 persen dan return on equity (ROE) sebesar 18,26 persen.

Likuiditas perusahaan juga relatif kuat. IPCC membukukan current ratio sebesar 5,75 kali dengan kas per saham mencapai Rp606,46. Rasio debt to equity tercatat nihil sehingga struktur permodalan perusahaan tergolong konservatif.

Performa Saham IPCC di Lantai Bursa

Meski menawarkan dividen dengan yield yang tinggi, pergerakan saham IPCC sepanjang tahun ini masih menghadapi tekanan.

Pada perdagangan Jumat, 12 Juni 2026, saham IPCC ditutup menguat 0,83 persen ke level 1.215. Saham bergerak dalam rentang 1.195 hingga 1.215 dengan nilai transaksi sekitar Rp2,3 miliar.

Dalam jangka pendek, saham IPCC menunjukkan perbaikan. Dalam sepekan terakhir, harga sahamnya naik 11,47 persen.

Namun tren yang lebih panjang masih menunjukkan pelemahan. Dalam satu bulan terakhir saham IPCC terkoreksi 5,81 persen, sedangkan dalam enam bulan turun 11,96 persen. Secara YTD, saham IPCC masih melemah 12,27 persen.

Meski demikian, dalam horizon investasi yang lebih panjang, saham Perseroan masih mencatatkan kinerja positif. Dalam satu tahun terakhir saham IPCC naik 9,95 persen. Adapun dalam tiga tahun dan lima tahun terakhir, saham ini masing-masing menguat 68,75 persen dan 120,91 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya kontras antara performa harga saham jangka pendek dan daya tarik dividen yang ditawarkan perusahaan.

Bagi investor yang berorientasi pada pendapatan dividen, dividend yield sebesar 9,29 persen menjadi salah satu faktor yang menarik untuk dicermati.

Namun bagi investor yang mengutamakan capital gain, arah pergerakan saham IPCC dalam beberapa bulan ke depan masih menjadi perhatian, terutama setelah koreksi yang terjadi sejak awal tahun.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.