KABARBURSA.COM – PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencetak laba bersih Rp65,4 miliar pada 2025 setelah sebelumnya mengalami kerugian pada 2020 dan 2023. Pencapaian itu sekaligus menjadi titik balik profitabilitas perusahaan keamanan siber tersebut dengan margin laba bersih mencapai 12,4 persen, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Dalam paparan publik tahunan 2026, ITSEC mencatat pendapatan 2025 mencapai Rp527 miliar atau naik 62,1 persen secara tahunan. Perusahaan juga menyebut laba bersih 2025 menjadi “historic milestone” dengan net profit margin sebesar 12,4 persen.
Melansir dari keterbukaan informasi, Selasa, 26 Mei 2026, perseroan menyampaikan pertumbuhan pendapatan dalam lima tahun terakhir mencapai 7,2 kali lipat, dari Rp73,5 miliar pada 2020 menjadi Rp527 miliar pada 2025. CAGR pendapatan periode 2020-2025 tercatat sebesar 48,2 persen.
ITSEC juga mencatat 2025 sebagai tahun pemulihan profitabilitas setelah sebelumnya mengalami rugi bersih Rp16,1 miliar pada 2020 dan rugi Rp31,4 miliar pada 2023. Pada 2024, laba bersih perusahaan tercatat Rp0,76 miliar sebelum melonjak menjadi Rp65 miliar pada 2025.
Dalam laporan tersebut, perusahaan menyebut 2025 sebagai “breakout year” dengan gross profit margin mencapai 54 persen dan operating margin sebesar 17,6 persen. Perseroan juga menyatakan fase rugi pada 2020 dan 2023 merupakan periode investasi.
Selain mencatat pertumbuhan laba, kondisi neraca perusahaan juga mengalami penguatan. Rasio debt-to-equity (DER) turun menjadi 0,63 kali dari sebelumnya 1,75 kali pada 2024, sementara gearing ratio turun menjadi 0,20 kali.
Dari sisi profitabilitas, return on equity (ROE) ITSEC mencapai 25,5 persen pada 2025. Gross profit tumbuh 141,6 persen secara tahunan, sedangkan laba bersih melonjak 8.502 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski membukukan laba bersih tertinggi, perusahaan memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Dalam hasil RUPS Tahunan, perseroan menyatakan sisa laba akan ditambahkan ke saldo laba ditahan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha perusahaan.
Kinerja Saham CYBR
Dari sisi pasar, saham PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) ditutup stagnan di level 600 pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026 dengan volume transaksi mencapai 29,28 juta saham dan rata-rata volume harian 30,91 juta saham. Dalam sepekan terakhir, saham CYBR masih menguat 0,84 persen, namun secara year to date terkoreksi 33,33 persen.
Data valuasi menunjukkan price to earnings ratio (PER) tahunan CYBR berada di level negatif 129,95 kali, sementara PER trailing twelve months (TTM) mencapai 588,81 kali. Price to book value (PBV) perseroan tercatat 31,78 kali dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp8,08 triliun.
Pada kuartal I 2026, CYBR membukukan rugi bersih Rp16 miliar, berbalik dari laba Rp35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Secara annualized, rugi bersih perseroan tercatat Rp62 miliar, sedangkan laba TTM masih berada di level Rp14 miliar.
Kinerja kuartalan perseroan juga menunjukkan tekanan pada pertumbuhan. Pendapatan kuartal I 2026 turun 36,38 persen secara tahunan, sementara laba bersih kuartalan terkontraksi 144,46 persen. Gross profit growth turun 73,48 persen secara tahunan.
Di sisi profitabilitas, operating profit margin kuartal I 2026 tercatat negatif 19,80 persen dengan net profit margin negatif 18,05 persen. Kendati demikian, struktur permodalan perusahaan masih relatif rendah dari sisi utang dengan debt to equity ratio sebesar 0,04 kali dan total debt to total assets sebesar 0,02 kali.(*)