Logo
>

Potensi Downside Masih Selimuti BTC, Proyeksi Turun Hingga 75 Persen

Bitcoin di kisaran USD69.000 setelah turun 44 persen dari puncak Oktober, dengan risiko bitcoin winter yang berpotensi membawa harga ke area USD31.000.

Ditulis oleh Yunila Wati
Potensi Downside Masih Selimuti BTC, Proyeksi Turun Hingga 75 Persen
Peluang bitcoin rebound masih tertunda. Foto: AI untuk KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Pergerakan Bitcoin saat ini berada dalam fase yang semakin krusial setelah tekanan jual beberapa bulan terakhir mengikis hampir setengah nilainya dari puncak Oktober. 

Pada perdagangan Sabtu pagi, 14 Februari 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD69.000, setelah sempat mencatat penurunan sekitar 44 persen dari level tertingginya. Secara teknikal, harga kini berada jauh di bawah area distribusi sebelumnya dan menunjukkan struktur tren menurun yang masih dominan dalam grafik harian.

Penurunan tajam yang terjadi sejak kuartal IV tahun lalu bukan hanya sekadar koreksi biasa. Grafik menunjukkan serangkaian lower high dan lower low yang konsisten, disertai peningkatan volume saat fase distribusi berlangsung. 

Lonjakan volume pada fase penurunan terakhir mengindikasikan tekanan jual institusional maupun likuidasi posisi leverage yang cukup besar. Struktur ini memperlihatkan bahwa reli sebelumnya kehilangan momentum dan memasuki fase revaluasi.

Peluang Turun Hingga USD31.000

Ned Davis Research dalam catatannya kepada klien menyebut potensi risiko lanjutan masih terbuka lebar. Jika fase bearish saat ini berkembang menjadi apa yang disebut sebagai “bitcoin winter”, harga berpeluang turun hingga USD31.000. 

Proyeksi tersebut mencerminkan potensi penurunan tambahan sekitar 55 persen dari level saat ini. Secara historis, penurunan dari puncak ke dasar dalam siklus musim dingin kripto berkisar 70 hingga 75 persen, bahkan rata-rata mencapai 84 persen sejak 2011.

Jika mengacu pada pola historis tersebut, posisi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fase kapitulasinya. Rata-rata durasi bitcoin winter mencapai 225 hari, sementara sejak puncak Oktober baru berlalu sekitar 129 hari. 

Artinya, secara waktu siklus bearish masih memiliki ruang untuk berlanjut apabila tekanan makro dan sentimen risiko tidak membaik secara signifikan.

Namun dinamika siklus kali ini memiliki karakter yang sedikit berbeda. Partisipasi investor institusional yang lebih besar dibanding periode sebelumnya menciptakan struktur pasar yang lebih dalam dan likuid. 

Hal ini berpotensi membuat penurunan tidak sedalam siklus awal dekade lalu. NDR mencatat bahwa setiap fase bearish besar cenderung semakin moderat dalam persentase penurunannya, mencerminkan maturitas pasar yang meningkat.

Dari sisi sentimen, kekhawatiran pasar semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Strategis Zacks Investment Research memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke USD40.000 apabila mengikuti rata-rata durasi musim dingin kripto. 

Sementara itu, Stifel memproyeksikan area USD38.000 sebagai titik keseimbangan penurunan berikutnya. Perbedaan proyeksi ini menunjukkan bahwa konsensus pasar belum sepenuhnya terbentuk, tetapi nada kehati-hatian semakin dominan.

Analisis Teknikal Bitcoin

Secara teknikal, area USD65.000–USD70.000 kini menjadi zona psikologis penting. Kegagalan bertahan di atas rentang tersebut memperkuat bias bearish jangka menengah. Jika tekanan berlanjut dan harga menembus support lanjutan di area USD60.000, ruang menuju USD55.000 hingga USD50.000 terbuka lebih lebar. 

Sebaliknya, pemulihan yang mampu mengembalikan harga ke atas USD75.000 akan menjadi sinyal awal bahwa fase distribusi mulai mereda.

Sentimen makro global turut memainkan peran penting. Pengetatan likuiditas global, volatilitas pasar saham, serta perubahan ekspektasi suku bunga The Fed memengaruhi minat risiko investor terhadap aset kripto. 

Dalam kondisi pasar yang cenderung defensif, Bitcoin lebih diperlakukan sebagai aset spekulatif ketimbang lindung nilai, sehingga rentan terhadap arus keluar dana saat volatilitas meningkat.

Secara keseluruhan, Bitcoin berada di persimpangan antara koreksi siklikal biasa dan potensi fase musim dingin yang lebih dalam. Struktur harga yang masih rapuh, dikombinasikan dengan proyeksi historis penurunan 70–75 persen dari puncak, membuat risiko downside tetap relevan. 

Namun, keberadaan investor institusional dan maturitas pasar yang lebih baik dibanding satu dekade lalu dapat menjadi faktor penyeimbang yang mengurangi intensitas koreksi ekstrem. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh stabilitas makro global, aliran likuiditas, serta kemampuan Bitcoin mempertahankan zona support kunci dalam beberapa pekan ke depan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79