Logo
>

Saham JATI Menguat, Perseroan Lanjutkan Buyback Rp26 Miliar

Perseroan mengalokasikan sisa dana hampir Rp26 miliar untuk buyback tahap kedua setelah realisasi program sebelumnya baru menyerap sekitar 25 persen dari anggaran yang disiapkan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Saham JATI Menguat, Perseroan Lanjutkan Buyback Rp26 Miliar
Ilustrasi buyback saham JATI. Foto: dok JATI

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) memutuskan melanjutkan program pembelian kembali (buyback). Upaya buyback saham ini dilakukan setelah realisasi buyback tahap pertama baru menyerap sekitar 25 persen dari dana yang disiapkan.

Perseroan kembali mengalokasikan dana maksimal hampir Rp26 miliar untuk buyback tahap kedua yang akan berlangsung mulai 26 Juni hingga 25 September 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten teknologi tersebut menganggarkan dana maksimal Rp25.999.658.933 untuk program buyback lanjutan. Dana tersebut merupakan sisa anggaran dari program buyback sebelumnya yang belum digunakan.

Perseroan menjelaskan, program pembelian kembali saham tahap pertama telah berlangsung pada 26 Maret hingga 25 Juni 2026. Selama periode tersebut, perusahaan software dan layanan TI itu membeli 95.325.500 saham atau sekitar 53,05 persen dari target maksimum sebanyak 179.678.150 saham.

Sementara dari sisi penggunaan dana, JATI telah merealisasikan sekitar Rp9 miliar atau hanya sekitar 25,72 persen dari total anggaran buyback sebelumnya sebesar Rp35 miliar.

"Perseroan bermaksud untuk melakukan pembelian kembali saham dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp25.999.658.933," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Kamis, 26 Juni 2026.

Perseroan menyatakan saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham tresuri dan dapat digunakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk untuk pengalihan saham di kemudian hari.

Manajemen juga menegaskan pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan Perseroan. Perusahaan menilai saldo laba dan arus kas masih memadai untuk membiayai program tersebut.

Selain itu, emiten software dan IT services tersebut menyebut pelaksanaan buyback tetap memperhatikan ketentuan mengenai jumlah saham beredar di publik (free float) sebagaimana diatur dalam regulasi pasar modal.

Kinerja Saham JATI

Saham JATI ditutup menguat 6,59 persen ke level 97 pada perdagangan Kamis. Sepanjang sesi perdagangan, saham Perseroan bergerak di rentang 91-97, dengan total nilai transaksi sekitar Rp775,6 juta dan volume mencapai 8,27 juta saham.

Meski menguat pada perdagangan harian, kinerja saham JATI masih berada di zona negatif dalam periode yang lebih panjang. Berdasarkan data perdagangan, saham ini terkoreksi 3 persen dalam sepekan, turun 1,02 persen dalam satu bulan, melemah 4,90 persen selama tiga bulan, serta terkoreksi 20,49 persen dalam enam bulan terakhir.

Secara year to date (YTD), saham JATI masih turun 25,38 persen, sedangkan dalam satu tahun terakhir terkoreksi 38,99 persen.

Dari sisi valuasi, JATI diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) trailing sebesar 16,33 kali dengan price to book value (PBV) 1,67 kali. Kapitalisasi pasarnya tercatat sekitar Rp316 miliar.

Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan laba bersih sekitar Rp4 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5 miliar. Sementara itu, dividend yield tercatat sekitar 1,97 persen dengan payout ratio 38,35 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.