Logo
>

Grand Sunrise Menganti Jadi Andalan RISE, Laba Kuartal I-2026 Melonjak

Perseroan menargetkan proyek Grand Sunrise Menganti di Gresik menjadi motor pertumbuhan dengan marketing sales Rp75 miliar pada 2026, didukung tingginya minat masyarakat terhadap konsep community living.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Grand Sunrise Menganti Jadi Andalan RISE, Laba Kuartal I-2026 Melonjak
Grand Sunrise Menganti di Gresik, Jawa Timur. Foto: RISE

KABARBURSA.COM – PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menargetkan proyek Grand Sunrise Menganti di Gresik, Jawa Timur, menjadi salah satu pendorong utama kinerja penjualan pada 2026. Perseroan memprakirakan, proyek tersebut mampu menyumbang marketing sales sekitar Rp75 miliar sepanjang tahun.

Target tersebut disampaikan seiring tingginya minat pasar terhadap kawasan hunian yang dikembangkan anak usaha Tanrise Group tersebut. Pada tahap pertama, tipe Ruby yang terdiri atas 13 unit berhasil mencatatkan penjualan sekitar Rp7,8 miliar, sedangkan tahap kedua yang akan dipasarkan pada Juli 2026 diproyeksikan memberikan tambahan marketing sales sekitar Rp8,7 miliar.

Direktur Jaya Sukses Makmur Sentosa, Mulyadi, mengatakan konsep community living yang diusung pada proyek tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

"Konsep community living menawarkan lebih dari sekadar hunian. Kami ingin membangun kawasan yang mampu mendukung interaksi sosial, gaya hidup sehat, dan kenyamanan penghuni dalam jangka panjang," kata Mulyadi dalam keterangannya, Kamis, 26 Juni 2026.

Menurutnya, tingginya antusiasme pembeli terlihat dari penjualan tahap pertama yang habis dalam waktu sekitar satu pekan sejak dipasarkan.

"Kami melihat respons pasar yang sangat baik terhadap Grand Sunrise Menganti. Hal ini menjadi indikator bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung masih sangat tinggi," ujarnya.

Sebagai pengembang Grand Sunrise Menganti, Perseroan terus melanjutkan pengembangan proyek tersebut dengan menghadirkan tipe rumah baru pada akhir Juli 2026.

Tahap kedua akan menawarkan 14 unit rumah tipe Ruby dengan estimasi nilai penjualan sekitar Rp8,7 miliar. Secara keseluruhan, RISE menargetkan marketing sales proyek Grand Sunrise Menganti mencapai sekitar Rp75 miliar sepanjang 2026. Perseroan juga menjadwalkan proses serah terima unit kepada konsumen pada Desember 2026.

Performa RISE di Lantai Saham

Di tengah pengembangan proyek tersebut, saham RISE ditutup menguat 3,65 persen ke level Rp995 pada perdagangan Kamis, 26 Juni 2026. Saham sempat menyentuh level tertinggi Rp1.070 dan terendah Rp975 dengan nilai transaksi sekitar Rp551,3 juta.

Meski menguat pada perdagangan harian, pergerakan saham emiten properti ini masih terkoreksi dalam jangka pendek. Dalam sepekan terakhir, saham RISE melemah 14,96 persen, turun 25,75 persen dalam satu bulan, serta terkoreksi 51,70 persen selama tiga bulan terakhir.

Dalam periode yang lebih panjang, tekanan harga saham masih cukup dalam. Secara year to date (YTD), saham RISE turun 83,69 persen, sedangkan dalam enam bulan melemah 83,49 persen. Namun, dibandingkan satu tahun lalu, saham Perseroan masih mencatat kenaikan 40,14 persen, bahkan menguat 250,35 persen dalam lima tahun terakhir.

Dari sisi valuasi, saham RISE diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) trailing sebesar 95,92 kali dengan price to book value (PBV) 5,82 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar Perseroan tercatat sekitar Rp16,12 triliun.

Kinerja keuangan Perseroan juga menunjukkan perbaikan pada kuartal I-2026. Laba bersih mencapai sekitar Rp97 miliar, meningkat dibandingkan Rp16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih tercatat 56,13 persen, sedangkan margin operasi mencapai 36,78 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.