KABARBURSA.COM – Volkswagen mulai mengandalkan sedan plug-in hybrid (PHEV) berdaya jelajah lebih dari 2.000 kilometer untuk memperkuat posisinya di pasar China.
Strategi tersebut ditempuh setelah produsen otomotif asal Jerman itu mengubah pendekatan elektrifikasinya guna menyesuaikan diri dengan perubahan preferensi konsumen di pasar otomotif terbesar dunia.
Model yang menjadi ujung tombak strategi tersebut adalah Volkswagen ID. Era S5, sedan PHEV yang dikembangkan bersama SAIC-Volkswagen.
Melansir dari CarNewsChina, kendaraan ini menawarkan jarak tempuh gabungan lebih dari 2.000 kilometer, mengombinasikan motor listrik dengan mesin bensin 1,5 liter sehingga mampu mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik murni.
Peluncuran ID. Era S5 dilakukan ketika pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di China terus berkembang. Berdasarkan data industri, penetrasi kendaraan listrik dan hybrid telah mencapai sekitar 62,9 persen dari pasar ritel pada Mei 2026.
Pada saat yang sama, permintaan kendaraan plug-in hybrid meningkat seiring perubahan kebijakan insentif kendaraan listrik dan tingginya minat konsumen terhadap kendaraan yang menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Melalui ID. Era S5, Volkswagen tidak hanya menawarkan kendaraan dengan daya jelajah panjang, tetapi juga mengubah strategi produknya di China.
Jika sebelumnya lini ID identik dengan mobil listrik murni berbasis baterai battery electric vehicle (BEV), kini Volkswagen mulai menggabungkan teknologi plug-in hybrid ke dalam keluarga produk tersebut. Langkah ini diambil untuk menghentikan penurunan volume penjualan sekaligus mempertahankan pangsa pasar dari tekanan produsen otomotif domestik.
Volkswagen juga mengembangkan model tersebut melalui kemitraan dengan SAIC sebagai bagian dari strategi "In China, for China", yakni menghadirkan kendaraan yang dirancang khusus sesuai karakter dan kebutuhan konsumen China.
Hadapi Persaingan Ketat Produsen Lokal
Persaingan di pasar otomotif China semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir. Produsen lokal seperti BYD, Geely, Chery, Li Auto, Aito, hingga Great Wall Motor terus memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi dengan teknologi hybrid maupun extended-range electric vehicle (EREV).
Volkswagen menilai segmen plug-in hybrid menjadi salah satu pasar yang masih memiliki ruang pertumbuhan karena mampu menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar sekaligus jarak tempuh yang jauh.
ID. Era S5 dibekali mesin bensin 1,5 liter bertenaga 80 kW yang dipadukan dengan motor listrik 130 kW. Sedan ini mampu menempuh perjalanan listrik murni hingga 160 kilometer berdasarkan standar CLTC, sedangkan konsumsi bahan bakarnya tercatat 2,82 liter per 100 kilometer saat baterai habis.
Selain efisiensi, Volkswagen juga melengkapi kendaraan ini dengan sistem Navigate on Autopilot (NOA) yang dapat digunakan di jalan perkotaan maupun jalan raya.
Percepat Strategi Lokalisasi
Peluncuran ID. Era S5 menjadi bagian dari transformasi Volkswagen di China yang semakin mengandalkan pengembangan lokal.
Perusahaan menargetkan menghadirkan 50 model kendaraan energi baru di China hingga 2030. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 model merupakan mobil listrik murni, sedangkan sisanya terdiri atas kendaraan plug-in hybrid dan extended-range electric vehicle.
Volkswagen juga mempercepat proses pengembangan produk melalui Volkswagen China Technology Company (VCTC) di Hefei. Perusahaan menyebut pendekatan tersebut memangkas siklus pengembangan kendaraan menjadi sekitar 36 bulan sekaligus mempercepat adopsi teknologi digital dan kecerdasan buatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar China.
Strategi tersebut menunjukkan Volkswagen tidak lagi hanya mengandalkan produk global, tetapi mulai menyesuaikan pengembangan kendaraan dengan dinamika pasar lokal untuk memperkuat daya saingnya di tengah dominasi produsen otomotif China.(*)