KABARBURSA.COM – Investor asing rupanya masih tertarik dengan sejumlah saham domestik yang memiliki fundamental baik. Di tengah tekanan koreksi, harga beberapa saham terdiskon cukup dalam. Itulah alasan asing memburu saham-saham berfundamental kuat.
Data perdagangan hingga jeda siang menunjukkan investor asing masih membukukan jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp699,84 miliar. Nilai pembelian asing tercatat mencapai Rp3,40 triliun, sedangkan nilai penjualan mencapai Rp4,10 triliun.
Meski secara keseluruhan dana asing masih keluar dari pasar, arus modal tersebut tidak tersebar merata. Sebagian dana justru terkonsentrasi pada beberapa saham yang mengalami penurunan harga cukup dalam.
Tiga emiten yang menjadi tujuan utama pembelian asing pada sesi pertama adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Ketiganya sama-sama berada di posisi teratas dalam daftar net foreign buy berdasarkan nilai transaksi, meski seluruhnya masih ditutup melemah pada perdagangan hingga tengah hari.
Saham TPIA menjadi incaran utama investor asing. Nilai pembelian bersih asing mencapai Rp61,24 miliar, sehingga menempatkan emiten petrokimia tersebut di posisi pertama sebagai saham dengan akumulasi asing terbesar pada sesi pertama.
Menariknya, pembelian tersebut terjadi ketika harga saham TPIA masih berada dalam tekanan. Hingga jeda siang, saham ini ditutup di level Rp1.655 atau turun 55 poin setara 3,22 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.710.
TPIA dibuka di level Rp1.730 dan sepanjang sesi pertama belum mampu keluar dari tekanan jual.
Meski harga terkoreksi, aktivitas perdagangan TPIA tergolong tinggi. Nilai transaksi mencapai Rp350,39 miliar dengan volume perdagangan 2,09 juta lot yang berpindah tangan dalam lebih dari 30 ribu kali transaksi.
Posisi kedua ditempati saham AMMN. Emiten tambang tersebut membukukan pembelian bersih asing sebesar Rp14,28 miliar pada sesi pertama.
Namun, seperti TPIA, arus beli tersebut belum mampu mengangkat harga saham ke zona hijau. AMMN justru mencatat pelemahan paling dalam di antara tiga saham tersebut. Hingga tengah hari, saham AMMN berada di level Rp3.120 atau turun 180 poin setara 5,46 persen dari penutupan sebelumnya di Rp3.300.
AMMN memulai perdagangan pada harga Rp3.260 sebelum bergerak melemah sepanjang sesi. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp175,63 miliar dengan volume perdagangan sekitar 562 ribu lot dalam 13,33 ribu kali transaksi.
Saham BREN berada di posisi ketiga dalam daftar pembelian bersih asing. Investor asing tercatat melakukan akumulasi senilai Rp12,58 miliar pada emiten energi terbarukan tersebut.
Di sisi harga, BREN juga belum mampu menghindari tekanan pasar. Saham ini ditutup di level Rp3.060 pada sesi pertama setelah turun 140 poin atau 4,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp3.200.
BREN dibuka di level Rp3.210 sebelum bergerak turun mengikuti sentimen pasar secara keseluruhan.
Nilai transaksi saham BREN mencapai Rp28,26 miliar dengan volume perdagangan sekitar 90 ribu lot dalam lebih dari 4.100 kali transaksi. Walaupun nilai transaksinya lebih kecil dibandingkan TPIA maupun AMMN, saham ini tetap masuk dalam daftar utama akumulasi investor asing pada perdagangan siang hari.
Fenomena pembelian asing terhadap ketiga saham tersebut menjadi salah satu dinamika yang menonjol di tengah tekanan pasar. Ketika mayoritas investor masih dihadapkan pada pelemahan indeks dan aksi jual yang cukup besar, sebagian dana asing justru mulai mengalir ke saham-saham yang sedang mengalami penurunan harga.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.