KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperbesar pembiayaan berkelanjutan untuk mendorong penerapan ekonomi hijau.
Upaya BRI tersebut mencakup pembiayaan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta dukungan terhadap sektor ramah lingkungan di berbagai wilayah.
Hingga akhir Maret 2026, total kredit berbasis keberlanjutan BRI yang disalurkan tercatat mencapai Rp815,4 triliun.
Angka tersebut terdiri dari Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau social loan sebesar Rp718,8 triliun, dan Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) atau green loan senilai Rp96,6 triliun.
Dalam konferensi pers Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Jakarta, Rabu, 30 April lalu, Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu R.K. menyatakan, prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) kini telah menjadi bagian inti model bisnis perseroan.
Menurutnya, strategi keberlanjutan BRI diarahkan untuk memenuhi regulasi sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan berkode saham BBRI tersebut.
“Hingga akhir Maret 2026, BRI telah menyalurkan Pembiayaan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) atau Social Loan senilai Rp718,8 triliun, yang setara dengan 53 persen dari total pinjaman BRI,” ujar Viviana lewat keterangan resmi, Senin 11 Mei 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas portofolio social loan tersebut disalurkan ke sektor UMKM dengan tujuan memperluas inklusi keuangan, serta mendorong penciptaan lapangan kerja nasional.
Di sisi lain, BRI juga memperkuat pembiayaan hijau melalui green loan yang mencapai Rp96,6 triliun atau sekitar 7,1 persen dari total kredit perseroan.
Dana tersebut dialokasikan ke sejumlah sektor ramah lingkungan, yakni energi terbarukan, transportasi rendah emisi, bangunan hijau, sampai sektor lain yang mendukung ekonomi rendah karbon.
Tak hanya memperkuat penyaluran kredit, BRI juga mengoptimalkan pendanaan berbasis keberlanjutan melalui Sustainable Wholesale Funding.
Hingga Triwulan I 2026, nilainya mencapai Rp39,3 triliun atau setara 78,2 persen dari total wholesale funding perseroan.
“Secara keseluruhan, pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan di BRI tidak lagi sekadar memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi, melainkan telah terintegrasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan,” ujar Viviana. (info-bks/*)