KABARBURSA.COM - Usaha para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dal mengangkat wastra Nusantara ke pasar modern terus berkembang.
Salah satunya dilakukan KainIndonesia.co, brand fesyen lokal yang mengolah kain tradisional menjadi busana.
KainIndonesia.co mampu merancang kain tradisional Indonesia sebagai produk fesyen yang siap pakai dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Berdiri pada 2021 oleh pengusaha asal Jakarta Timur, KainIndonesia.co memanfaatkan berbagai jenis wastra seperti batik, tenun, lurik, hingga endek sebagai bahan utama.
Produk tersebut kemudian dikemas dalam desain modern seperti outer dan blouse dengan konsep “From Office to Hangout”.
Konsep ini menyasar konsumen yang menginginkan gaya praktis namun tetap berakar budaya nusantara.
Pemilik KainIndonesia.co, Shinta Paramarti menyatakan, pengembangan usaha miliknya turut didukung oleh ekosistem pembinaan UMKM dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui platform LinkUMKM.
"BRI merupakan bank dengan nama besar yang sangat baik. Komitmen tersebut tercermin dari jaringan kantor cabang dan ATM yang tersebar hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga membuat saya yakin bahwa program BRI juga akan memberikan manfaat yang besar. Dan memang benar, di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya," ungkapnya lewat keterangan resmi BRI, Kamis 9 April 2026.

Seiring pertumbuhan bisnis, KainIndonesia.co memanfaatkan berbagai kanal pemasaran, mulai dari penjualan offline, marketplace, hingga social commerce.
Jangkauan pasar KainIndonesia.co pun akhirnya meluas, dari pasar dalam negeru hingga ekspor.
Selain itu, usaha KainIndonesia.co juga turut mengoptimalkan layanan digital seperti QRIS dan produk perbankan BRI untuk mendukung transaksi serta pengelolaan keuangan yang lebih efisien.
Shinta menegaskan bahwa perusahaannya akan tetap fokus pada penguatan identitas berbasis budaya sekaligus memperluas pasar global.
"Kami ingin terus menjadi jembatan antara tradisi dan gaya hidup modern, menjaga warisan, menghidupkan cerita, dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi banyak orang serta membawa Wastra Indonesia agar semakin relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di pasar global," ujarnya.
Sebagai informasi, LinkUMKM hingga akhir Maret 2026 tercatat telah dimanfaatkan lebih dari 15,57 juta pelaku usaha.
LinkUMKM menyediakan berbagai fitur pendampingan kepada para pengusaha agar bisnisnya naik kelas. Fiturnya mulai dari pelatihan, akses komunitas, hingga etalase digital untuk memperluas pasar.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny menyebut, pengembangan usaha seperti KainIndonesia.co menunjukkan kemampuan UMKM dalam mengadaptasi kekayaan budaya lokal menjadi produk bernilai tambah.
“KainIndonesia.co menunjukkan bagaimana pelaku usaha dapat mengolah kekayaan wastra Nusantara menjadi produk yang bernilai tambah dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku usaha, termasuk perempuan, untuk terus mengembangkan kapasitas bisnisnya agar lebih adaptif dan berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperkuat peran pendampingan agar semakin banyak UMKM yang mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian,” jelasnya.
Bagi BRI, KainIndonesia.co menjadi contoh bagaimana UMKM mampu menggabungkan warisan budaya dengan tren modern, sekaligus memanfaatkan sarana digital untuk memperluas daya saing di pasar yang semakin kompetitif. (info-bks/*)