INFOGRAFIS China Lesu, Komoditas RI Terancam?
Terbit pada 17 June 2026
•
Oleh: Redaksi KabarBursa.com
KABARBURSA.COM - Ekonomi China menunjukkan sinyal perlambatan setelah penjualan ritel pada Mei 2026 turun 0,6 persen secara tahunan, menjadi penurunan pertama sejak Desember 2022 dan mencerminkan melemahnya konsumsi domestik di tengah tekanan sektor properti yang berkepanjangan. Meski produksi industri masih tumbuh 4,5 persen berkat kuatnya aktivitas manufaktur dan sektor teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), investasi aset tetap dan investasi properti terus mengalami kontraksi yang lebih dalam. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kekuatan pemulihan ekonomi China serta berpotensi memengaruhi permintaan impor dari negara tersebut, termasuk terhadap komoditas ekspor utama Indonesia seperti batu bara, nikel, dan CPO.