KABARBURSA.COM — PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 17 Juni 2026. Di tengah agenda rutin tahunan, perhatian investor tertuju pada perubahan susunan direksi yang muncul hanya beberapa hari setelah Perseroan menerima surat pengunduran diri salah satu direkturnya.
Dalam dokumen pemanggilan RUPS, Perseroan menetapkan enam agenda RUPST yang meliputi persetujuan laporan tahunan 2025, pengesahan laporan keuangan konsolidasian, penetapan penggunaan laba bersih, penunjukan kantor akuntan publik, penetapan remunerasi direksi dan komisaris, serta penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan obligasi.
Sementara itu, RUPSLB hanya memiliki satu agenda, yakni “Persetujuan atas perubahan susunan Direksi Perseroan.” Agenda tersebut muncul setelah Perseroan mengumumkan telah menerima surat pengunduran diri dari Budianto Purwahjo selaku Direktur Perseroan pada 12 Juni 2026.
“Pada tanggal 12 Juni 2026, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Budianto Purwahjo selaku Direksi Perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia, seperti dilihat Selasa, 16 Juni 2026.
Perseroan menyatakan permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam rapat pemegang saham sesuai ketentuan anggaran dasar dan regulasi pasar modal yang berlaku.
Di luar agenda pergantian direksi, RUPS tahun ini juga berlangsung setelah PALM mencatat perubahan kinerja keuangan yang signifikan. Berdasarkan data publik yang tersedia di pasar, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,32 triliun pada kuartal I 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, PALM masih mencatat rugi bersih Rp1,42 triliun.
Secara trailing twelve months (TTM), laba bersih PALM tercatat mencapai Rp5,59 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan laba bersih tahun buku 2025 yang berada di kisaran Rp1,85 triliun.
Meski demikian, pergerakan harga saham PALM belum sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan laba tersebut. Pada perdagangan terakhir sebelum RUPS, saham PALM berada di level Rp318 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp5 triliun.
Data perdagangan menunjukkan saham PALM masih mencatat penurunan sekitar 13 persen dalam satu tahun terakhir. Dalam periode tiga tahun, harga saham Perseroan turun lebih dari 50 persen.
Dari sisi valuasi, PALM diperdagangkan pada rasio price to book value (PBV) sekitar 0,61 kali dan price earnings ratio (PER) trailing sekitar 0,89 kali. Return on equity (ROE) tercatat 67,7 persen dan return on assets (ROA) mencapai 48,45 persen.
Likuiditas perdagangan saham PALM juga relatif terbatas. Free float Perseroan tercatat sebesar 8,54 persen dari total saham beredar sebanyak 15,73 miliar lembar.
Aktivitas investor asing juga masih terbatas. Pada perdagangan 15 Juni 2026, nilai transaksi investor asing tercatat Rp20,63 juta di sisi beli dan Rp16,80 juta di sisi jual, sehingga menghasilkan net foreign buy sebesar Rp3,83 juta. Porsi transaksi asing hanya sekitar 5,23 persen dari total nilai perdagangan, sedangkan investor domestik mendominasi 94,77 persen transaksi.
Dalam RUPS kali ini, salah satu agenda yang akan memperoleh perhatian investor adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
“Persetujuan atas penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025,” demikian salah satu agenda yang tercantum dalam pemanggilan RUPS.
Selain itu, Perseroan juga akan menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil beberapa penerbitan obligasi yang dilakukan sepanjang 2025 hingga 2026. Agenda tersebut tidak memerlukan persetujuan pemegang saham dan disampaikan sebagai bentuk pemenuhan ketentuan regulator pasar modal.
Dengan kombinasi pertumbuhan laba, perubahan susunan direksi, penggunaan laba bersih, serta laporan penggunaan dana obligasi, RUPS PALM tahun ini menjadi forum penting bagi investor untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai kinerja dan tata kelola Perseroan.
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.