Logo

INFOGRAFIS DPR Waspadai Dampak Fiskal Krisis Hormuz

Terbit pada 05 March 2026 Oleh: Redaksi KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menilai penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai sinyal eskalasi serius yang berpotensi mengguncang rantai pasok energi global. Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026, Amelia mengingatkan bahwa sekitar 20 persen suplai minyak dunia melintasi perairan tersebut, sehingga gangguan sekecil apa pun dapat memicu lonjakan harga minyak dan berdampak pada perekonomian negara pengimpor seperti Indonesia. Ia menekankan bahwa kenaikan harga minyak global berisiko meningkatkan beban subsidi energi, menekan APBN, melemahkan rupiah, serta memicu inflasi domestik. Karena itu, pemerintah diminta segera menyiapkan langkah antisipatif terkoordinasi lintas kementerian—termasuk Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia—guna meredam potensi guncangan fiskal dan moneter, sekaligus memperkuat cadangan energi nasional, menjaga stabilitas distribusi BBM, dan mempercepat diversifikasi sumber pasokan energi. Selain itu, pemerintah juga didorong menyiapkan skenario kontinjensi APBN, termasuk penyesuaian asumsi harga minyak Indonesia Crude Price (ICP) jika eskalasi konflik berkepanjangan, serta mengintensifkan diplomasi bilateral dan multilateral untuk menjaga stabilitas kawasan dan kebebasan navigasi internasional agar dampak gejolak geopolitik global tidak membebani masyarakat.