KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok cukup dalam pada sesi pertama perdagangan Selasa, 26 Mei 2026. IHSG ditutup melemah 56,67 poin atau turun 0,91 persen ke level 6.149,68.
Tekanan jual terlihat mendominasi sejak awal perdagangan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.286,87, namun akhirnya tergelincir ke titik terendah di level 6.132,35.
Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp9,13 triliun dengan volume perdagangan 153,22 juta lot dan frekuensi transaksi terjadi sebanyak 1,22 juta kali. Sementara, di pasar reguler, nilai transaksi tercatat sebesar Rp8,39 triliun dengan volume sebanyak 144,09 juta lot.
Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 70 poin atau melemah 2,21 persen ke level 3.100.
Selain BBRI, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga tertekan cukup dalam setelah turun 36 poin atau 7,50 persen ke level 444. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) ikut bergerak di zona merah dengan pelemahan tipis 0,56 persen ke level 178.
Namun di tengah tekanan IHSG, sejumlah saham justru bergerak liar di zona hijau. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melesat 135 poin atau naik 7,65 persen ke level 1.900.
Pergerakan agresif juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang terbang 135 poin atau naik 9,12 persen ke level 1.615. Kenaikan BRPT menjadikannya salah satu saham paling aktif diperbincangkan pelaku pasar sepanjang sesi pertama.
Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut menguat 4,94 persen ke level 510. Sementara saham PT Petrosea Tbk (PTRO) melonjak 6,15 persen ke level 3.800.
Di sisi lain, saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) juga mencuri perhatian setelah naik 7,24 persen ke level 815. Namun saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bergerak terbatas dan masih terkoreksi 1,17 persen ke level 169.
Pergerakan saham-saham energi, petrokimia, dan grup konglomerasi tertentu terlihat menjadi penahan tekanan IHSG pada sesi pertama. Meski demikian, tekanan pada saham perbankan dan sejumlah big caps membuat indeks belum mampu keluar dari zona merah hingga jeda siang.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.