INFOGRAFIS Gangguan Hormuz Picu Reli Harga Minyak
KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia melonjak tajam pada perdagangan Kamis, didorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan di Timur Tengah mengacaukan arus distribusi minyak global, terutama setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz—jalur yang dilalui hampir 20 persen perdagangan minyak dunia—terganggu. Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik USD4,01 atau 4,93 persen ke level USD85,41 per barel, menandai reli lima hari berturut-turut, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak USD6,35 atau 8,51 persen ke USD81,01 per barel, level tertinggi sejak Juli 2024. Analis menilai gangguan pelayaran, pemangkasan produksi oleh sejumlah negara produsen, serta serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk meningkatkan risiko kekurangan pasokan global. JPMorgan bahkan memperingatkan pasokan dari Irak dan Kuwait dapat terhenti jika Selat Hormuz tetap tertutup, yang berpotensi menghilangkan hingga 3,3 juta barel minyak per hari dari pasar. Konflik yang meluas juga memicu pemangkasan produksi Irak sekitar 1,5 juta barel per hari, sementara Qatar menyatakan force majeure atas sebagian pengiriman gas alam cair (LNG). Situasi tersebut diperparah oleh meningkatnya serangan militer di kawasan, termasuk serangan rudal Iran ke Israel serta gangguan terhadap sejumlah fasilitas energi dan kilang di Timur Tengah, China, dan India, sehingga memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.