INFOGRAFIS Jejak IHSG Saat Reshuffle: 4 Kali Loyo, 1 Menguat
KABARBURSA.COM - Frekuensi perombakan kabinet dalam waktu singkat menghadirkan dinamika tersendiri di pasar modal, di mana reshuffle tidak lagi dipandang sekadar pergantian pejabat melainkan sinyal kebijakan yang langsung direspons investor, tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang lebih sering melemah dalam empat dari lima momentum reshuffle sejak Februari 2025 hingga April 2026, dengan tekanan paling nyata terjadi pada 8 September 2025 saat IHSG turun 1,28 persen ke level 7.766,85, sementara satu-satunya penguatan terjadi pada 17 September 2025 ketika indeks naik 0,85 persen ke 8.025,18, menunjukkan bahwa pasar cenderung sensitif terhadap ketidakpastian arah kebijakan, meningkatnya premi risiko, volatilitas, serta sikap wait and see pelaku pasar terhadap figur dan keputusan baru dalam pemerintahan.