INFOGRAFIS Konflik Timur Tengah Tekan Ekspor China
KABARBURSA.COM - Ekspor China mulai kehilangan momentum pada Maret 2026 setelah sebelumnya didorong kuat oleh permintaan teknologi berbasis kecerdasan buatan, dengan pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 8,6 persen secara tahunan dari 21,8 persen pada periode Januari–Februari serta surplus perdagangan menyusut ke USD108 miliar, di tengah tetap kuatnya kontribusi sektor elektronik seperti integrated circuits yang melonjak 66,5 persen dan produk energi baru seperti kendaraan listrik, baterai, serta panel surya, namun tekanan eksternal mulai membayangi seiring lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah yang mengganggu rantai pasok global, meningkatkan biaya logistik, dan memicu risiko inflasi berbasis biaya yang dapat menggerus margin industri, sehingga meski sektor teknologi masih menjadi penopang, prospek ekspor China dalam jangka pendek cenderung melemah di tengah perlambatan pertumbuhan global.