Logo
>

BEI Pastikan IPO RANS Penuhi Aturan Free Float

BEI memastikan IPO RANS Entertainment memenuhi ketentuan free float karena total saham publik setelah IPO diperkirakan mencapai 28,85 persen.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
    BEI Pastikan IPO RANS Penuhi Aturan Free Float
BEI menegaskan IPO RANS Entertainment memenuhi aturan free float. Meski melepas 20,02 persen saham, total porsi publik mencapai 28,85 persen. Foto: Dok. RANS.

KABARBURSA.COMBursa Efek Indonesia (BEI) memastikan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Rans Entertainment Indonesia Tbk telah memenuhi ketentuan free float yang berlaku di pasar modal.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul terkait porsi saham yang dilepas Rans Entertainment kepada publik. Dalam prospektus, perseroan menawarkan 20,02 persen saham kepada investor publik. Angka itu memunculkan pertanyaan sejumlah pelaku pasar karena berada di bawah ambang batas 25 persen yang diatur dalam ketentuan terbaru BEI untuk perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertentu.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan  penilaian free float tidak hanya didasarkan pada jumlah saham yang ditawarkan saat IPO, melainkan juga memperhitungkan saham milik pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float.

"Perseroan juga memiliki pemegang saham eksisting yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, berdasarkan struktur kepemilikan saham setelah IPO, porsi free float Perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen," kata Nyoman dalam pesan tertulis dikutip Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Nyoman, dokumen permohonan pencatatan saham Rans Entertainment telah diterima BEI sebelum Peraturan Bursa Nomor I-A Tahun 2026 mulai berlaku pada 31 Maret 2026. Karena itu, proses evaluasi dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku saat permohonan pencatatan diterima Bursa.

"Proses evaluasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku pada saat permohonan diterima," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketentuan tersebut merujuk pada Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00045/BEI/03-2026 yang mengatur masa transisi penerapan peraturan baru pencatatan saham.

Dengan mempertimbangkan saham yang ditawarkan dalam IPO sebesar 20,02 persen serta saham milik pemegang saham eksisting yang masuk kategori free float, total porsi saham publik Rans Entertainment setelah melantai di Bursa diperkirakan mencapai 28,85 persen.

Atas dasar itu, BEI menegaskan struktur kepemilikan saham Rans Entertainment setelah IPO telah memenuhi persyaratan free float yang berlaku sehingga tidak terdapat permasalahan dari sisi pemenuhan ketentuan kepemilikan saham publik.

Bursa menegaskan bahwa perhitungan free float dilakukan berdasarkan keseluruhan saham yang beredar di publik dan memenuhi kriteria yang ditetapkan regulator, bukan semata-mata berdasarkan jumlah saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".