Logo
>

Alarm untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Brent, Harga Minyak Diprediksi Turun ke USD78

Konsumsi minyak global justru mengalami perlambatan yang lebih signifikan dari perkiraan semula.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Alarm untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Brent, Harga Minyak Diprediksi Turun ke USD78
Alarm untuk Pasar Energi! J.P. Morgan Pangkas Proyeksi Brent, Harga Minyak Diprediksi Turun ke USD78

KABARBURSA.COM - J.P. Morgan merevisi turun proyeksi harga minyak mentah Brent untuk paruh kedua 2026. Langkah itu diambil setelah lembaga keuangan global tersebut menilai penyusutan stok minyak komersial berlangsung lebih lamban dari estimasi awal, sementara pelemahan permintaan energi dunia ternyata lebih dalam dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Melalui laporan riset yang dipublikasikan, bank investasi tersebut memperkirakan harga rata-rata minyak Brent akan bertengger di kisaran USD86 per barel sepanjang kuartal III 2026. Memasuki kuartal IV, harga diprediksi kembali melunak ke level USD80 per barel, sebelum bergerak menuju sekitar USD78 per barel pada penghujung 2026.

J.P. Morgan mengungkapkan bahwa penurunan persediaan minyak komersial di negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) belum menunjukkan laju yang diharapkan. Di sisi lain, konsumsi minyak global justru mengalami perlambatan yang lebih signifikan dari perkiraan semula. Kombinasi kedua faktor tersebut membuat dorongan kenaikan harga minyak tidak sekuat yang sebelumnya diperkirakan akan menopang pasar.

Menurut analisis bank tersebut, proses rebalancing pasar minyak dunia masih berlangsung. Namun, dinamika yang terbentuk kini berbeda dari asumsi awal. Jika sebelumnya penyusutan stok dipandang sebagai penggerak utama keseimbangan pasar, kini perlambatan permintaan justru mengambil peran yang lebih dominan dalam membentuk lanskap perdagangan minyak global.

J.P. Morgan juga mencatat arus pasokan minyak dunia saat ini telah mencapai sekitar 8,6 juta barel per hari. Sepanjang Juni, rata-rata distribusi pasokan tercatat berada di kisaran 6,3 juta barel per hari, meningkat tajam dibandingkan volume yang terlihat selama April maupun Mei. Kenaikan aliran pasokan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keseimbangan pasar masih menghadapi tantangan.

Laporan yang sama menunjukkan sebagian besar pelaku usaha di sektor minyak memilih mempertahankan stok komersial yang mereka miliki. Untuk memastikan aktivitas pengolahan di kilang tetap berlangsung, mereka lebih banyak memanfaatkan pelepasan cadangan minyak strategis pemerintah atau Strategic Petroleum Reserve (SPR), alih-alih menguras persediaan komersial yang tersedia.

Dalam proyeksi terbaru untuk semester kedua tahun depan, J.P. Morgan memperkirakan stok minyak di kawasan OECD masih akan berkurang sekitar 50 juta barel tambahan sepanjang periode April hingga Juli. Kendati demikian, penyusutan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menciptakan tekanan kenaikan harga yang berkelanjutan.

Di saat bersamaan, bank investasi itu mengingatkan bahwa pasar minyak berpotensi memasuki fase surplus pasokan yang cukup besar pada kuartal IV 2026 hingga paruh pertama 2027. Setelah periode produksi mencapai titik puncaknya pada akhir 2026, produsen diperkirakan perlu menyesuaikan tingkat output pada awal 2027 guna meredam tekanan terhadap harga minyak yang berpotensi semakin dalam.

Potensi melimpahnya pasokan itulah yang menjadi salah satu alasan utama di balik pemangkasan proyeksi harga Brent. Dengan pertumbuhan konsumsi global yang melemah serta laju penurunan persediaan yang tidak seagresif perkiraan sebelumnya, ruang penguatan harga minyak dalam jangka menengah dipandang semakin terbatas sehingga prospek kenaikan harga menjadi lebih moderat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.