Logo
>

FER Jabar 2026: Bank BJB Bidik UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi

Sebagai bank pembangunan daerah, BJB menjalankan peran intermediasi secara agresif.

Ditulis oleh Gusti Ridani
FER Jabar 2026: Bank BJB Bidik UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
Pemimpin Grup Divisi Institutional & Wholesale Banking Bank BJB, Yeni Fatimah, memaparkan strategi digitalisasi dan penguatan akses pembiayaan UMKM dalam Forum Ekonomi Regional Jawa Barat (FER Jabar) 2026 di Aula Tampomas, Sumedang, Selasa, 23 Juni 2026. Foto: Alpin Pulungan/KabarBursa

KABARBURSA.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) berkomitmen mempercepat akselerasi digitalisasi dan pembiayaan bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) demi menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah. Emiten perbankan berkode BJBR ini membidik penguatan ekosistem digital terintegrasi agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga ke luar Jawa Barat.

Pemimpin Grup Divisi Institutional & Wholesale Banking Bank BJB, Yeni Fatimah, menegaskan bahwa sebagai bank pembangunan daerah, BJB menjalankan peran intermediasi secara agresif. 

Langkah ini dilakukan baik melalui pendanaan infrastruktur skala besar maupun intervensi permodalan di segmen UMKM.

"Kami aktif mendorong perekonomian daerah. BJB tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar yang berkolaborasi dengan BUMN, tetapi kami juga masuk ke area UMKM sebagai segmen yang tidak boleh ditinggalkan," ujar Yeni dalam Forum Ekonomi Regional Jawa Barat 2026 di Sumedang, Selasa, 23 Juni 2026.

Menjawab tantangan keterbatasan akses pembiayaan yang sering membelit pelaku usaha mikro, Bank BJB menyediakan berbagai skema kredit adaptif. 

Salah satu andalannya adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga stimulan berkisar antara 3 persen hingga 9 persen, bahkan tanpa agunan tambahan untuk plafon tertentu.


Selain KUR super mikro dan mikro, BJB menonjolkan produk inovatif seperti KUR Perumahan yang digarap bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Kredit program perumahan ini menjadi solusi bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan hunian mereka sebagai toko atau gudang namun terkendala modal kerja. Adanya subsidi pemerintah membuat rate bunga menjadi jauh lebih efisien," jelas Yeni.

BJB juga menyediakan pembiayaan khusus sektor pertanian, pengadaan mesin-mesin produksi, hingga skema pembiayaan resi gudang untuk menjaga stabilitas sektor komoditas.

BJB menyadari intervensi modal tidak akan optimal tanpa adanya peningkatan kapasitas manajemen usaha. Oleh karena itu, bank menyiapkan unit khusus bernama Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT).

Unit ini bergerak memberikan edukasi tata kelola keuangan, mulai dari pemisahan kas peribadi dan operasional hingga penyusunan laporan keuangan.

Untuk mendukung efisiensi operasional tersebut, BJB memfasilitasi pelaku usaha dengan aplikasi BJB DiSentra secara gratis.

Aplikasi ini mengintegrasikan fungsi, Pencatatan Keuangan DigitalMengubah pembukuan manual menjadi laporan keuangan akuntabel yang bankable untuk mempermudah asesmen kredit.

Kedua, Modul Edukasi Bisnis, akses mandiri untuk materi pengemasan produk hingga strategi pemasaran digital. Dan Bincang Bisnis Rutin, program pendampingan interaktif gratis setiap hari Jumat dengan menghadirkan narasumber ahli.

Di sisi hilir atau sistem pembayaran, BJB terus memperluas penetrasi ekosistem nontunai (cashless) lewat implementasi QRIS dan layanan mobile banking. 

Penerapan QRIS ini dipastikan bebas biaya administrasi untuk menjamin efisiensi transaksi, baik bagi pedagang kuliner khas daerah maupun pengelola parkir.

Yeni menambahkan, digitalisasi secara fundamental berhasil mendongkrak skala pasar produk lokal. Komoditas unggulan seperti Tahu Sumedang atau Ubi Cilembu kini tidak hanya menyasar konsumen domestik regional, melainkan bisa diakses oleh pasar yang lebih luas di luar Jawa Barat.

Melalui sinergi pembiayaan, digitalisasi manajemen, dan kemudahan pembayaran ini, Bank BJB optimistis dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi regional sebesar 8 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang