Logo
>

GoTo Akui Danantara Masuk Sahamnya, Kepemilikan Masih di Bawah 1 Persen

GOTO mengonfirmasi Danantara membeli saham perseroan di tengah sorotan terhadap kebijakan potongan aplikator ojol.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
GoTo Akui Danantara Masuk Sahamnya, Kepemilikan Masih di Bawah 1 Persen
GoTo mengakui Danantara membeli saham GOTO di bawah 1 persen di tengah isu pembatasan potongan aplikator ojol. Foto: Dok. GOTO.

KABARBURSA.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO akhirnya buka suara terkait kabar masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu pemegang saham perseroan.

Klarifikasi tersebut bebarengan setelah muncul pemberitaan di media massa yang mengaitkan kepemilikan saham tersebut dengan arah kebijakan pemerintah terhadap industri ojek online perihal wacana pembatasan potongan aplikator di bawah 10 persen.

Dalam surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 5 Mei 2025, GOTO membenarkan adanya pembelian saham oleh Danantara melalui pasar reguler. Namun, jumlah saham yang diakumulasi  masih di bawah 1 persen.

"Kami memahami bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah membeli sejumlah saham Perseroan melalui Bursa dalam jumlah kurang dari 1 persen dari saham yang diterbitkan oleh Perseroan," ujar Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut dia masuknya Danantara dipandang sebagai sinyal positif terhadap kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis perusahaan.

"Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang Perseroan,” ujar Koesoemohadiani.

Ia menambahkan bahwa kepercayaan investor, termasuk dari lembaga investasi milik negara seperti Danantara, menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus menjaga kinerja dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.

“Kepercayaan tersebut menjadi dorongan positif bagi Perseroan untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan, profesional, dan terus berlandaskan pada tata kelola perusahaan yang baik,” lanjutnya.

Lebih lanjut, GOTO juga menegaskan bahwa seluruh kewajiban pelaporan terkait kepemilikan saham telah dipenuhi sesuai dengan ketentuan regulator. Sejak Maret 2026, perseroan secara rutin telah menyampaikan laporan kepemilikan saham kepada BEI, khususnya untuk pemegang saham dengan kepemilikan di kisaran 1 persen hingga 5 persen.

Namun demikian, perusahaan menjelaskan bahwa data tersebut bersifat terbatas dan hanya disampaikan kepada otoritas bursa. Sementara itu, informasi yang dapat diakses publik terkait kepemilikan saham di atas 1 persen tersedia melalui pengumuman resmi oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di situs Bursa Efek Indonesia.

Isu kepemilikan saham oleh Danantara ini mencuat di tengah meningkatnya perhatian pemerintah ke sektor transportasi online. Sebelumnya, pemerintah melalui Presiden Prabowo Subianto dalam acara MayDay di Monumen Nasional secara terbuka mendorong agar potongan yang dikenakan oleh aplikator kepada mitra pengemudi dapat ditekan hingga di bawah 10 persen, guna meningkatkan kesejahteraan driver.

Koesoemohadiani, mengatakan perusahaannya hingga saat ini masih menunggu informasi lanjutan dari pemerintah terkait Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang perlindungan pekerja transportasi online. Termasuk menunggu salinan Perpres, kemudian baru bisa melakukan kajian. "Selanjutnya perseroan akan melakukan kajian menyeluruh serta membuat rencana bisnis yang tepat dalam rangka penerapan ketentuan tersebut," tutur dia.

GoTo menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, juga telah menyampaikan rencana pemerintah untuk meningkatkan kepemilikan saham di GoTo yakni secara bertahap.

Sementara itu, informasi awal terkait rencana akuisisi tersebut lebih dulu diungkap oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam pernyataannya saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, pada Jumat, 1 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Dasco menjelaskan bahwa langkah masuknya pemerintah ke perusahaan aplikator bertujuan untuk menekan potongan komisi yang dibebankan kepada pengemudi ojek online.

Kebijakan ini berjalan beriringan dengan penerbitan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mulai berlaku pada 2026, yang menetapkan penurunan potongan komisi dari sebelumnya berada di kisaran 10 hingga 20 persen menjadi maksimal 8 persen.

Struktur pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk saat ini didominasi oleh masyarakat atau freefloat yang menguasai sekitar 912,55 miliar saham atau setara 76,61 persen. Diikuti oleh investor institusi global yakni SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. sebesar 91,10 miliar saham atau 7,65 persen dan Taobao China Holding Limited sebanyak 88,53 miliar saham atau 7,43 persen.

Perseroan juga memiliki saham treasury sebesar 37,44 miliar saham atau 3,14 persen. Dari sisi pemegang saham internal, PT Saham Anak Bangsa tercatat memiliki 26,89 miliar saham atau 2,26 persen. Pendiri perusahaan William Tanuwijaya memiliki kepemilikan melalui beberapa entitas dengan total 12,59 miliar saham atau 1,06 persen serta tambahan 2,13 miliar saham atau 0,18 persen. 

Melissa Siska Juminto juga tercatat memiliki masing-masing 4,04 miliar saham atau 0,34 persen dan 1,09 miliar saham atau 0,09 persen, sementara Kevin Bryan Aluwi memegang 3,27 miliar saham atau 0,27 persen.

Adapun masyarakat warkat memiliki 2,86 miliar saham atau 0,24 persen. Dari jajaran direksi dan komisaris, Andre Soelistyo memiliki 6,73 miliar saham atau 0,57 persen, Hans Patuwo sebesar 763,02 juta saham atau 0,07 persen, Catherine Hindra 493,72 juta saham atau 0,04 persen, 

Santoso Kartono 394,01 juta saham atau 0,03 persen, Agus D.W. Martowardojo 169,59 juta saham atau 0,01 persen, Monica Lynn Mulyanto 66,90 juta saham atau 0,01 persen, serta Sudhanshu Raheja sebesar 33,86 juta saham dengan porsi di bawah 0,0001 persen.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".