Logo
>

Harga Emas Tertekan Usai AS-Iran Saling Serang, Faktor ini Jadi Perhatian Pasar

Harga emas dunia terkoreksi setelah eskalasi konflik AS dan Iran mendorong penguatan dolar AS serta lonjakan harga minyak

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Harga Emas Tertekan Usai AS-Iran Saling Serang, Faktor ini Jadi Perhatian Pasar
Ilustrasi emas (Foto: Pixabay/Csaba Nagy)

KABARBURSA.COM - Harga emas menurun pada Senin, 1 Juni 2026 karena ketegangan Amerika Serikat (AS) - Iran yang kembali meningkat. Hal ini mendorong dolar AS dan harga minyak naik, memicu kekhawatiran inflasi hingga memperkuat prospek suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD4.498,89 per ons setelah mencapai level tertinggi dalam dua minggu pada hari Jumat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus sebesar USD4.528,90 atau turun 1,4 persen.

Pihak AS mengatakan telah menyerang situs militer Iran selama akhir pekan lalu dan Garda Revolusi Iran pada hari Senin, 1 Juni mengaku  telah menargetkan pangkalan AS sebagai balasan.

Analis ActivTrades, Ricardo Evangelista mengatakam optimisme seputar negosiasi antara AS dan Iran yang bertujuan mengakhiri kebuntuan di Selat Hormuz memudar selama akhir pekan.

"Akibatnya, harga energi pulih, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi hawkish dari Federal Reserve." ujar dia.

Terbaru, harga minyak mentah Brent naik lebih dari tiga persen. Harga minyak yang lebih tinggi dapat mempercepat inflasi serta mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, emas kehilangan daya tariknya dalam lingkungan suku bunga tinggi karena merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Menurut alat FedWatch dari CME Group [FEDWATCH], para pedagang kini memperkirakan kenaikan suku bunga Fed tahun ini, dengan peluang 40 persen kenaikan seperempat poin pada bulan Desember 2026.

Sejumlah anggota dewan Fed dijadwalkan untuk berbicara minggu ini, sementara rilis data utama dijadwalkan termasuk survei ISM tentang manufaktur dan laporan penggajian bulan Mei pada hari Jumat.

"Para pedagang akan mengamati dengan saksama rilis data penting minggu ini karena data tersebut berpotensi membentuk kembali ekspektasi mengenai arah kebijakan moneter Fed di masa depan, memengaruhi permintaan dolar AS dan, akibatnya, kinerja harga emas," kata Evangelista.

Di sisi lain, harga perak spot naik 0,7 persen menjadi USD75,79 per ons, platinum meningkat 0,4 persen ke level USD1.925,26 dan paladium ditutup di harga USD1.343,55 atau turun 0,8 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.