KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah diutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 9 poin ke level Rp17.943 pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Penguatan rupiah terjadi setelah kapal-kapal sudah kembali melewati Selat Hormuz.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan kesepakatan awal pekan lalu untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran telah memungkinkan lalu lintas melalui selat untuk dimulai kembali.
"Sehingga meredakan kekhawatiran pasokan yang membuat harga minyak mentah dunia terus merosot tajam pekan ini," ujar dia dalam keterangannya.
Ibrahim menyebut, Menteri Energi AS Chris Wright dalam sebuah forum pada hari Rabu menyampaikan bahwa aliran melalui Selat Hormuz hampir sama seperti sebelum dimulainya perang Iran.
Setidaknya, 20 juta barel telah keluar dari selat dalam 24 jam terakhir. Kembalinya kondisi normal sepenuhnya akan memakan waktu beberapa minggu karena selat tersebut perlu dibersihkan dari ranjau.
Di sisi lain, Oman membuka rute sementara untuk mempermudah keberangkatan kapal tanker dari Selat Hormuz, dengan Organisasi Maritim Internasional dan otoritas Oman mengoordinasikan pergerakan tersebut.
"Perdana Menteri Qatar mengunjungi Oman untuk melakukan pembicaraan mengenai dimulainya negosiasi tentang pengelolaan selat di masa depan dengan Iran, Irak, dan negara-negara Teluk," kata Ibrahim.
Dari dalam negeri, Ibrahim memandang langkah pemerintah dalam mengantisipasi konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif.
Ia mengatakan ketergantungan impor minyak Indonesia terhadap kawasan Timur Tengah kini hanya berada di level 20 persen.
"Langkah diversifikasi pasokan telah dilakukan dengan menyasar negara-negara Afrika seperti Nigeria dan Gabon," ungkapnya.
Adapun untuk perdagangan besok, Jumat, 26 Juni 2026, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp17.940- Rp17.990. (*)